Sekilas Info

Kredit Perbankan di Provinsi Maluku Tumbuh 4,56 Persen Menjadi 14,90 Triliun Rupiah

satumalukuID - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) provinsi Maluku mencatat kredit perbankan tumbuh sebesar 4,65 persen secara tahun ke tahun (yoy) periode Desember 2020, menjadi sebesar Rp14,90 triliun.

"Pertumbuhan kredit sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 4,05 persen, " kata Kepala OJK Provinsi Maluku, Roni Nazra, Kamis.

Ia mengatakan, pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan DPK, mencerminkan fungsi intermediasi perbankan di Provinsi Maluku masih sangat baik.

Hal ini, tidak terlepas dari peran aktif Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi Maluku yang difasilitasi Kantor OJK provinsi Maluku, dalam mendorong penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha dalam fase pemulihan ekonomi.

Ia menjelaskan, penyaluran kredit perbankan sebagian besar pada kredit konsumtif atau sebesar 68,32 persen dari total kredit.

Diikuti kredit produktif sebesar 31,68 persen yang terdiri dari kredit modal kerja dan kredit investasi masing-masing sebesar 26,77 persen dan 4,91 persen.

Berdasarkan sektor ekonomi, ada tiga sektor terbesar yang dibiayai oleh perbankan, antara lain diberikan pada sektor ekonomi kepemilikan peralatan rumah tangga, termasuk pinjaman multiguna sebesar 35,92 persen.

Selain itu oleh sektor ekonomi bukan lapangan usaha Lainnya, termasuk kredit ASN sebesar 29,48 persen dan sektor ekonomi perdagangan besar dan eceran sebesar 19,06 persen.

Menurut dia, peningkatan kredit secara agregat, diiringi dengan penurunan NPL sebesar 0,05 persen yoy atau menjadi sebesar 1,10 persen pada Desember 2020.

Kontribusi kredit produktif yang cukup tinggi, salah satunya merupakan hasil dari program percepatan akses keuangan dalam mendorong akses kredit kepada pelaku UMKM.

Secara umum, kondisi perbankan di provinsi Maluku masih relatif stabil dan terkendali yang tercermin dari perbankan di Maluku masih tumbuh pada 2020.

Total aset perbankan di Provinsi Maluku sebesar Rp23,93 triliun atau tumbuh 3,56 persen secara yoy, terutama didukung dari pertumbuhan DPK sebesar 4,05 persen atau menjadi sebesar Rp15,39 triliun.

Pertumbuhan DPK tersebut terutama berasal dari pertumbuhan produk tabungan sebesar 7,20 persen (yoy) dengan total nominal sebesar Rp9,24 triliun atau sebesar 60,1 persen dari total DPK.

Baca Juga

error: Content is protected !!