Sekilas Info

Dicecar 42 Pertanyaan, Ferry Tanaya Tersangka Korupsi PLTMG Namlea Tidak Ditahan

Dok/satumalukuID/Husen Toisuta Ferry Tanaya, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan PLTMG Namlea.

satumalukuID- Setelah menolak diperiksa pekan kemarin, Ferry Tanaya, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Kamis (18/3/2021). Sayangnya, setelah diperiksa, tersangka tidak ditahan.

Pengusaha ternama dari Pulau Buru ini diperiksa perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan PLTMG 10 MV di Namlea, Kabupaten Buru.

Ferry datang tidak sendiri ke kantor Kejati Maluku, Jalan Sultan Hairun, Kota Ambon, pukul 11.10 WIT. Ia didampingi penasehat hukumnya, Herman Koedoeboen, Firel Sahetapy dan Henri Lusikooy.

Hingga pukul 14.15 WIT, pengusaha kayu itu dicecar penyidik 42 pertanyaan seputar kasus korupsi pengadaan lahan PLTMG, dengan merugikan negara sebesar Rp.6,3 miliar tahun 2016 silam.

"Benar FT (Ferry Tanaya) diperiksa dari pukul 11.10 sampai 14.15 WIT," kata Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan.

Juru bicara Kejati Maluku ini menyebutkan, tersangka Ferry diperiksa penyidik I. Gede Widhartama dan Ye Oceng Almahdali. Saat pemeriksaan berlangsung, Ferry didampingi penasehat hukumnya.

"Terdapat 42 Pertanyaan yang ditanyakan," kata Samy.

Menyoal terkait alasan tidak ditahannya tersangka, yang diketahui kerap berupaya untuk lolos dari jeratan hukum, Samy mengaku, penyidik mempunyai alasan tertentu terkait belum melakukan penahanan terhadap tersangka tersebut.

"Misalnya pemeriksaan belum selesai atau alasan lain yang secara hukum dapat dibenarkan, dan tentu penyidik yang lebih mengetahuinya," terangnya.

Untuk diketahui, rencana pemeriksaan perdana Ferry Tanaya sebagai tersangka kembali diagendakan setelah pada Selasa (9/3/2021) lalu, salah satu pengusaha ternama dari Namlea itu mangkir, atau tidak dapat memenuhi panggilan penyidik.

Ferry sendiri ditetapkan sebagai tersangka sejak 27 Januari 2021. Dia tidak sendiri. Tersangka lainnya yaitu Abdul Gafur Laitupa, PNS dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Namlea, yang juga belum diperiksa sebagai tersangka.

"Kami panggil kemarin hari Selasa (9/3/2021), tapi beliau (Tersangka Ferry) minta waktu untuk diagendakan kembali," ungkap As Pidsus Kejati Maluku, M. Rudi, kepada wartawan di Ambon, Senin (15/3/2021).

Menyinggung terkait penahanan terhadap yang bersangkutan usai diperiksa perdana sebagai tersangka kelak, Rudi kembali belum dapat memastikannya.

"Kan sudah pernah ditahan (sebelum Kejati Maluku kalah dalam proses Praperadilan pertama). Nanti kita periksa dulu," kata Rudi yang belum bisa memastikan Ferry akan ditahan nanti.

Sebelumnya diberitakan, sidang Praperadilan dengan perkara nomor 1/Pid.Pra/2021/PN Amb, Tanggal 9 Februari 2021, dimenangkan Kejaksaan Negeri Ambon, dalam putusan hakim tunggal Andi Adha, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Senin (1/3/2021).

Seluruh permohonan yang diajukan Fery Tanaya beserta Kuasa Hukumnya Herman Koedoeboen, Firel Sahetapy, dan Henry S. Lusikooy, dari Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Herman A. Koedoeboen, di Jalan Benyamin Suaeb Apartemen Grand Palace Unit 15 GC-Kemayoran Jakarta Pusat-lndonesia / Jalan Dana Kopra No. 1/29 Ambon, Maluku, ditolak.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Samy Sapulette, mengaku, dalam amar putusannya menyatakan, menolak permohonan Praperadilan Pemohon, dan membebankan biaya perkara kepada Pemohon yang jumlahnya nihil.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!