Sekilas Info

Dua Bangunan Berisi Sejumlah Tempat Usaha, Kos-kosan dan Kantor Partai Berkarya di Silale Ambon Ludes Terbakar, Ini Kronologisnya

satumalukuID/Husen Toisuta) Kebakaran di Kawasan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (14/3/2021).

satumalukuID- Kebakaran hebat yang melanda kawasan Jalan Sultan Babulah, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ternyata berasal dari Rumah Makan Padang Hidayah, Minggu (14/3/2021) sore.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Meski masih dalam penyelidikan, tapi polisi menduga kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek alias korsleting listrik dari lantai 2.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Ipda Izaac Leatemia, mengungkapkan, kebakaran yang berawal dari rumah makan padang Hidayah, merembet membakar satu bangunan lainnya.

Dua bangunan yang terbakar milik Said Marasabessy, bermukim di Jakarta, dan Mahfud Sahad (40), yang dijadikan kantor DPW Partai Berkarya Provinsi Maluku.

Satu bangunan milik Said Marasabessy berisi 4 unit tempat usaha. Di antaranya Rumah Makan Padang milik Arifandi (31), warga Batu Meja. Seluruh tempat usahanya ludes terbakar dari lantai 1 dan 2.

Tempat usaha yang terbakar juga yaitu Toko Cinta Aroma Parfum milik Alfian.A.M, warga Lorong Leegreen, Waihaong. Toko ini satu bangunan dengan tempat usaha Loundri. Kemudian Warung Batagor milik Sobirin (32), warga Silale RT 001 RW 03, dan Kos kosan milik Said Marasabessy.

"Kos-kosan milik Said Marasabessy (sekarang berdomisili di Jakarta) yang terbakar berada pada bagian lantai 2. Terdapat 5 kamar kos hangus terbakar," terangnya.

Kebakaran itu, kata dia, tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, total kerugian dari keseluruhan bangunan terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 800 juta.

"Menurut saksi Sobirin, awalnya dia sementara berada di dalam warung tempat jualan Batagor Bandung miliknya. Saksi mendengar ada teriakan kebakaran dari arah depan jalan," katanya.

Setelah memastikan ada kebakaran, dia bergegas berlari keluar warung sambil membawa tabung Gas Elpiji sebanyak 2 buah, dan 4 jerigen berukuran lima liter yang berisi minyak tanah.

"Setelah saksi tiba di depan jalan, dia melihat kearah lantai 2 rumah makan padang Hidayah sudah ada kepulan api yang sangat besar. Saksi sempat melihat beberapa karyawan rumah makan padang menyelamatkan diri dengan cara melompat dari lantai 2 rumah makan padang," ujarnya.

Saksi lainnya Heru Fernado (30), karyawan rumah makan padang, mengaku awalnya dirinya sedang beristirahat di dalam kamar lantai 2 bersama temannya Taufik Mahmud (24).

"Saksi merasakan hawa panas di dalam kamar setelah itu saksi terbangun dan melihat sudah ada kobaran api pada sekatan dinding kamar yang terbuat dari Gipson," kata Izaac.

Melihat hal tersebut, saksi langsung bergegas keluar menyelamatkan diri. Saat membuka pintu kamar, ternyata kobaran api sudah sangat besar.

"Saat itu saksi tidak bisa keluar melewati pintu kamar. Saksi lalu berinisiatif keluar melewati jendela kamar dan langsung bersama temannya tersebut melompat dari atas lantai 2 menuju ke jalan raya yang kemudian di tolong oleh warga sekitar," ungkapnya.

Kebakaran tersebut sempat dijinakan warga sekitar dengan peralatan seadanya. Sayang, kobaran api tak mampu dihadang. Kemudian pukul 16.45 WIT personil gabungan dari Polsek Nusaniwe, Polsek KPYS, Polsek Sirimau dan Polresta Pulau Ambon beserta 6 unit Mobil Pemadam kebakaran Kota Ambon tiba di TKP.

"Saat tiba personil kemudian mengamankan TKP dan petugas pemadam kebakaran memadamkan kobaran api. Pukul 19.30 WIT seluruh kobaran api berhasil dipadamkan," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, N. Edwin J. Pattikawa, mengungkapkan, seluruh armada dikerahkan untuk mengatasi kobaran api.

"Jam 16.35 kami dapat pemanggilan dan kami langsung memberangkatkan kurang lebih tujuh mobil pemadam sama dua mobil pendukung (mobil tanki)," terangnya.

Secara kasat mata, kata Edwin, terdapat tiga unit bangunan yang terbakar. Tiga bangunan itu mengalami kerusakan yang bervariasi.

"Ada yang sedikit parah, ada yang parah dan ada yang parah sekali. Ini kondisi bangunan karena semi permanen, jadi proses kebakarannya juga cukup cepat, karena ini orang Ambon bilang rumah kancing kontruksi kayu jadi proses pemadamannya cukup sedikit makan waktu," jelasnya.

Edwin mengaku kebakaran pertama dari rumah makan padang yang berada di pojok lorong hingga merembet ke sisi kanan.

"Sampai saat ini kita belum bisa memastikan penyebabnya apa. Tidak ada korban jiwa," katanya.

Edwin mengaku menyesalkan laporan masyarakat yang sedikit terlambat saat terjadi kebakaran awal. Padahal, jarak antara lokasi kebakaran dengan kantor pemadam kebakaran cukup dekat. Sebab, seandainya warga cepat melapor, maka pihaknya bisa mengeleminir kebakaran yang lebih luas.

"Ke depan masyarakat kalau ada kebakaran tolong menghubungi kami langsung di nomor 0911 351 113," pintanya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!