Sekilas Info

Terpidana Kasus Korupsi Syarief Tuharea dan M Latuconsina Masih Diburu Tim Tabur Kejaksaan Maluku

Foto: Kejaksaan Tinggi Maluku Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku saat mengamankan Terpidana Perkara Tindak Pidana Korupsi atas nama JANWAR RISKY POLANUNU, S.Hut.M.Si yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Buru, di Kawasan Perumahan BTN Kanawa Indah, Batu Merah, Kota Ambon, Selasa (20/10/2020).

satumalukuID - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung RI bersama Kejaksaan Tinggi Maluku hingga Kamis masih memburu dua terpidana kasus korupsi berstatus buronan jaksa.

"Tersisa dua orang lagi yang masih dalam pencarian tim Tabur, Syarief Tuharea dan Ir. M. Latuconsina," kata Kajati Maluku Roroga Zega di Ambon, Kamis (11/3/2021).

Pada tahun 2020, kata Roroga Zega, ada tujuh buronan Kejati Maluku yang masih dicari.

Seorang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) bernama Jusuf Rumatoras, lanjut dia, menyerahkan diri.

Pada periode Januari sampai Maret 2021, sudah ditangkap lagi dua orang DPO jaksa. Dengan demikian, tersisa dua buron yang masih bersembunyi hingga saat ini.

Ia mengimbau seluruh DPO yang masih tersisa untuk segera menyerahkan diri karena tidak ada tempat yang aman untuk bersembunyi bagi para buronan.

"Kami selalu melakukan pengejaran dan diyakini akan tertangkap di manapun mereka bersembunyi," katanya lagi.

Seorang DPO yang baru tertangkap di Makassar, Sulsel, bernama Ong Onggianto Andres, yang bersangkutan telah dieksekusi ke LP Nania Ambon, Rabu (10/3/2021).

Ia menjelaskan bahwa penangkapan terhadap Ong Onggianto Andres berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1713 K/Pid.Sus/2013 tertanggal 15 Januari 2014.

Menurut Kajati, MA memutuskan terpidana dihukum penjara selama 5 tahun dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp516 juta subsider 1 bulan kurungan.

Baca Juga

error: Content is protected !!