Sekilas Info

Usai Diperiksa Sebagai Tersangka Adik Wagub Maluku tidak Ditahan

satumalukuID/Husen Toisuta Disianus Orno alias Odie (kanan) tersangka kasus dugaan korupsi speedboat Dishub Kabupaten Maluku Barat Daya tahun 2015, tampak keluar dari ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku, Mangga Dua, Kota Ambon, Senin (8/3/2021).

satumalukuID- Disianus Orno alias Odie, akhirnya diperiksa perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan 4 unit speedboat senilai Rp 1,5 miliar, di Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) tahun 2015.

Adik kandung Barnabas Orno, Wakil Gubernur (Wagub) Maluku ini diperiksa di ruang penyidik Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Senin (8/3/2021).

Berdasarkan informasi dan pantauan satumaluku.id di Markas Ditreskrimsus Polda Maluku, eks Kepala Dinas Perhubungan ini tidak sendiri diperiksa. Ia didampingi pengacaranya Firel Sahetapy.

Tersangka diperiksa sejak pukul 10.45 WIT. Sempat istirahat makan siang, dan dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIT. Dia bersama penasehat hukumnya meninggalkan ruang penyidik pukul 18.13 WIT.

Setelah dicecar berbagai pertanyaan seputar kasus yang diperbuat tersangka hingga berdasarkan audit BPK telah merugikan negara sebesar Rp 1,5 miliar ini, Odie Orno malah tidak ditahan.

Usai diperiksa, tersangka tampak buru-buru meninggalkan markas Ditreskrimsus Polda Maluku. Tak ada sepatah kata yang dilontarkan kepada wartawan yang setia menanti. Hal serupa juga terhadap penasehat hukumnya.

"Ya diperiksa perdana dalam status sebagai tersangka. Belum (ditahan). Semua tergantung pimpinan," kata Kompol Gerald Wattimena Kanit I Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku ditemui wartawan usai pemeriksaan.

Ternyata, tersangka dalam kasus itu tak hanya Odie. Salah satunya juga adalah Margareth Simatauw, seorang perempuan yang menjabat sebagai Direktur CV. Triputra Fajar.

"Ibu-ibu. Namanya Margareth Simatauw. Dia kontraktor pengadaan. Mereka ditetapkan bersamaan (sebagai tersangka," jelasnya.

Sekedar tahu, Odie Cs ditetapkan sebagai tersangka sejak 12 Januari 2021. Penyidik menetapkan Odie sebagai tersangka usai dirinya kalah dalam pemilihan Bupati-Wakil Bupati MBD tahun 2020 lalu.

Kasus ini masuk ranah hukum setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terhadap pengadaan 4 unit speedboat tersebut yang dianggarkan dari APBD senilai Rp 1,5 miliar.

Dari hasil audit BPK, diduga telah terjadi manipulasi anggaran lantaran empat buah speedboat itu belum juga dikirim ke Tiakur, ibu kota Maluku Barat Daya sesuai waktu yang ditentukan. Padahal, anggaran pengadaan dua dari empat speedboat sudah cair 100 persen sejak 2016.

Saat ini, empat speedboat yang dipesan dengan dana APBD tak bisa digunakan karena dalam keadaan rusak.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!