Sekilas Info

Duduk Bacarita Kamtibmas Kapolda Maluku Akui Miras Masih Menjadi Pemicu Utama

satumalukuID/Istimewa Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri (tengah) duduk bacarita Kamtibmas bersama Sekda Maluku, Kasrul Selang (kanan), Senin (8/3/2021).

satumalukuID- Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri, duduk bacarita (bercerita) Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Marcus J Pattinama.

Didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol Jan de Fretes, Direktur Intelkam, Kabid Humas dan Kapolresta Pulau Ambon, program duduk bacarita kamtibmas ini berlangsung di ruang kerja Kapolda, Mapolda Maluku, Kota Ambon, Senin (8/3/2021).

Terkait Kamtibmas, Kapolda mengaku di Maluku banyak perkara pidana atau pelanggaran yang terjadi diawali dengan minuman keras (miras). Dari miras, banyak menimbulkan gangguan kamtibmas di tengah masyarakat.

"Setiap perkara pidana atau pelanggaran yang terjadi hingga menimbulkan gangguan kamtibmas, banyak disebabkan karena persoalan minuman keras," kata Kapolda.

Sengketa lahan atau tapal batas, lanjut orang nomor 1 Polda Maluku ini, juga menjadi pemicu utama terjadinya gangguan kamtibmas. Masalah lahan banyak berujung bakulempar hingga pada aksi pembakaran rumah penduduk.

Jenderal bintang dua Polri di Maluku ini juga berbicara mengenai keamanan kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Ia masih mendapati warga yang tidak taat protokol kesehatan. Umumnya terjadi di tempat wisata, seperti di pantai Natsepa.

"Untuk persoalan wisata natsepa sangat tidak nyaman karena pedagangnya tidak taat protokol kesehatan. Para pedagang tidak menggunakan masker," kata Kapolda menyesalkan.

Sekda Maluku Kasrul Selang, mengaku, terkait sengketa tapal batas di Maluku saat ini masih terjadi antara Kabupaten Seram Bagian Barat dan Maluku Tengah.

"Kebanyakan juga menjadi potensi kerawanan yaitu dusun yang mau mekar menjadi desa akhirnya terjadi konflik dengan desa," tambah Kasrul.

Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Maluku ini juga menyinggung mengenai persoalan limbah medis.

Menurutnya, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Maluku belum memiliki tempat untuk pembuangan limbah medis tersebut.

"Kita tidak ada tempat pembuangan di Maluku, limbahnya kita kirim ke luar Maluku untuk dimusnahkan," ungkapnya.

Menyoal masalah protokol kesehatan di Natsepa, Kepala Dinas Pariwisata Maluku, Marcus J Pattinama, mengaku pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan tersebut.

"Dan kami infokan kepada Pak Kapolda bahwa kami akan mendapakan bantuan Bis Laut untuk dioperasikan di laut Maluku yang dikirim dari pusat," katanya.

Sementara itu, Direktur Intelkam Polda Maluku Kombes Pol Yosef Sriyono Joko Handono,  menambahkan, potensi kerawanan yang menjadi perhatian juga terkait persoalan Raja.

"Potensi kerawanan juga mengenai persoalan Raja di desa desa di Maluku. Data kita yang masuk potensi kerawanan sangat tinggi," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!