Sekilas Info

26 Ekor Burung dan 9 Rusa Timor Endemik Maluku Dilepasliarkan

satumalukuID/Istimewa Rusa Timor yang dilepasliarkan di Suaka Alam Tanjung Sial, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

satumalukuID- Sebanyak 26 ekor burung dan 9 rusa timor (Cervus timorensis) endemik Maluku dilepasliarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Maluku ke habitat aslinya.

Puluhan ekor satwa asli Maluku, hasil pengamanan peredaran Tumbuhan Satwa Liar (TSL) ini dilepasliarkan di Suaka Alam Tanjung Sial, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

"Kita lepasliarkan hari Sabtu kemarin (27/2/2021). Ada 9 ekor Rusa Timor (Cervus timorensis), 8 ekor Nuri Bayan (Eclectus roratus), 7 ekor Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis), 6 ekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus), 3 ekor Nuri Maluku (Eos bornea) dan 2 ekor Kasuari (Casuarius casuarius)," kata Kepala BKSDA Maluku Denny Pattipeilohy, Senin (1/3/2021).

Satwa liar yang dilepasliarkan, kata Denny, merupakan hasil kegiatan pengamanan peredaran TSL oleh petugas Balai KSDA Maluku. Puluhan ekor satwa itu selain hasil pengamanan peredaran TSL di wilayah kerja Resort Pulau Ambon, juga translokasi dari Balai Besar KSDA Jawa Timur.

"Ada juga satwa hasil penyerahan dari Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon dan masyarakat yang berada di Negeri Passo Kecamatan Baguala," ungkapnya.

Denny mengaku, sebelum dilepasliarkan, satwa-satwa tersebut sudah menjalani proses karantina dan rehabilitasi. Juga sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas dari Balai KSDA Maluku, bersama dokter hewan dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon.

Puluhan ekor satwa endemik Maluku yang dilepasliarkan tersebut, lanjut Denny, merupakan hewan dilindungi undang-undang. Penyebaran alaminya berada di wilayah Kepulauan Maluku termasuk di Pulau Seram.

"Pelepasliaran turut disaksikan perwakilan dari Desa Luhu, Koramil Piru, Polsek Huamual dan masyarakat yang menyerahkan satwa. Harapannya menjadi edukasi dan pesan untuk masyarakat sekitar agar turut melestarikan Sumber Daya Alam khususnya satwa liar endemik Kepulauan Maluku," pintanya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!