Sekilas Info

Majelis Pekerja Harian dan Majelis Pertimbangan Sinode GPM Periode 2020 – 2025 Diteguhkan

Pdt A.J Werisnussa melakukan serah terima jabatan kepada Ketua MPH Sinode GPM yang baru Pdt. Elifas Tomix Maspaitella, Minggu (28/2/2021) di Gereja Maranatha Ambon,

satumalukuID – Majelis Pekerja Harian (MPH) dan Majelis Pertimbangan (MP) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Periode 2020 – 2025, resmi menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Hal ini ditandai dengan Ibadah Peneguhan MPH dan MP Sinode GPM yang dipimpin Pendeta Pdt A.J.S. Werinussa STh di Gereja Maranatha Ambon, Minggu (28/2/2021).

Pada kesempatan tersebut, setelah pemberkatan peneguhan, Pdt A.J Werisnussa melakukan serah terima jabatan kepada Ketua MPH Sinode GPM yang baru Pdt. Elifas Tomix Maspaitella.

Seperti diketahui, Pdt. Elifas Tomix Maspaitella terpilih sebagai Ketua MPH Sinode GPM Maluku dalam Sidang ke-38 yang berlangsung di Kota Ambon pada 7 Februari hingga 18 Februari 2021. Pdt Elifas T. Maspaitella MSi adalah Sekretaris Umum (Sekum) periode 2015-2020.

Majelis Pekerja Harian (MPH) dan Majelis Pertimbangan (MP) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Periode 2020 – 2025 yang baru saja diteguhkan.

Selain Pdt. Elifas Tomix Maspaitella, juga diteguhkan secara bersamaan seluruh MPH Sinode GPM terpilih. Mereka adalah Wakil Ketua I : Pdt. Ny. L. Bakarbessy-Rangkoratat, Wakil Ketua II  Pdt. I.H. Hetharie, Sekretaris Umum  Pdt. S.I. Sapulette, Wakil Sekretaris Umum   Pdt. R. Rahabeat dan para anggota yakni Pdt. Y. Colling, Pdt. N. Souisa, Pnt. Ny. B. Sahertian-Latuminase, serta Pnt. F. Papilaya.

Sementara Majelis Pertimbangan yang diteguhkan adalah Pdt. A.J.S. Werinussa (Ketua), Prof. T. D. Pariela (Wakil Ketua), Pnt. Ny. Dien Rumerung-Siaila (Sekretaris), Pdt. Dr. G.J. Damamain, Pdt. Dr. H.H. Hetharia, Prof. M.J. Saptenno, dan Dr. R. Lailossa.

Dalam acara penahbisan yang disiarkan secara virtual, Pdt. A.J.S. Werinussa mengatakan bahwa Majelis Pekerja Harian Sinode GPM periode lima tahun ke depan harus memperkuat komitmen dan misi GPM sebagai gereja "orang basudara".

"Sebagai gereja orang basudara GPM tetap menjadi bagian dari keluarga Allah dan mampu merangkul dan membangun kerja sama dengan sesama agama lain untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan di tengah-tengah dunia," katanya.

Sementara itu Ketua Sinode GPM yang baru Pdt Elifas Tomix Maspaitella mengemukakan, seluruh komunitas pimpinannya melangkah menuju satu abad GPM pada tahun 2035 dengan mewujudkan pengharapan teologis yang lahir dari iman tentang penyertaan Tuhan atas sejarah dunia serta manusia dan alam semesta, termasuk sejarah GPM dan protestantisme di Indonesia yang pada 27 Februari 2021 memasuki 416 tahun.

Ia mengatakan bahwa GPM melewati tantangan-tantangan pada setiap masa dan telah melalui dinamika sosial, politik, ekonomi, dan teologi serta berbagai bencana.

"Bagi kami GPM tetap menjadi gereja yang empatik, peka, dan harus keluar dari eksklusivisme serta masuk ke dalam persoalan kemanusiaan yang riil. Hakekat kita sebagai keluarga Allah dan gereja 'orang basudara' sedang diuji," katanya.

Menurut Elifas, GPM bekerja untuk menjawab kebutuhan umat pada masa konflik sosial maupun dalam situasi bencana tanpa mempersoalkan perbedaan status sosial, denominasi gereja, bahkan agama dan teritori tempat tinggal.

Dalam perjalanan menuju usia satu abad pada tahun 2035, ia mengatakan, GPM mesti menjadi gereja yang mampu menyatukan, rela memberi dan berbagi, serta mampu  membangun kolaborasi lintas agama.

"Kami terus berupaya menjadi gereja yang sadar bahwa dalam masyarakat plural dan marak terjadi ujaran kebencian serta normalisasi intoleransi, maka kekayaan kultural musti dijadikan fondasi etik dan poin retrospeksi yang kokoh bagi bangunan hidup 'orang basudara'," katanya

Komposisi BPH Sinode GPM kali ini terlihat kombinasi senior yunior, namun lebih didominasi kalangan muda atau dibawah 50 tahun. Meskipun persyaratan sesuai kriteria menetapkan usia dari 40 sampai 58 tahun.

Penulis: Novi Pinontoan
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!