Sekilas Info

Ambon City of Music Tak Bisa Hanya Andalkan Talenta Semata, Tapi Juga Kualitas Pendidikan Bermusik

Courtesy D'Lekker TV Musisi Harry Leiwakbessy saat tampil di talkshow musik yang digelar D’Lekker Café & Food Court, Sabtu (27/2/2021).

satumalukuID - Musisi senior Harry Leiwakabessy mengapresiasi kebijakan pemerintah Kota Ambon yang berhasil mengusung branding Ambon Kota Musik. Hanya dia berharap selain menyiapkan infrastuktur untuk kepentingan music tourism, Pemkot Ambon juga perlu membangun kualitas musikalitas sumber daya manusia di kota ini.

“Yang pertama, rajin buat lomba festival supaya mendapatkan banyak lagi talenta musik yang luar bisa,” ungkap Harry Leiwakabessy saat talkshow di D’Lekker Café & Food Court, Sabtu (27/2/2021).

Festival dimaksud bukan hanya tentang uji kemampuan vokal, tapi juga kemampuan bermain musik dan kecakapan dalam menciptakan lagu. “Dengan begitu, akan banyak musisi yang bisa berkreasi dan memberikan warna bagi Ambon Kota Musik,” timpalnya.

Harry yang juga putra dari Legenda Musik Bing Leiwakabessy ini memang sangat concern dengan peningkatan kapabilitas para musisi. Salah satu karyanya bersama mantan Gubernur Said Assagaf dan mantan politikus Zainuddin Umasangadji adalah dengan mendirikan Yayasan Simponi Maluku Indonesia yang memiliki andil dengan hadirnya Maluku Badonci Music School.

Menurut Harry, semua orang di Indonesia sudah tahu kalau orang Maluku memang terlahir dengan bakat musikalitas yang baik. Namun, kelebihan musikalitas ini akan sia-sia bila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas pengetahuan bermusik.

“Misalnya orang tahu ada 1.000 pemain terompet di Kota Ambon. Tapi faktanya, tidak ada yang menjadi maestro music terompet setara artis-artis di Jakarta,” ujarnya.

Mengapa? Karena pemusik-pemusik di Jakarta mengasah kemampuan bermusiknya lewat pendidikan. Itulah yang menjadi kendala untuk musisi-musisi di Maluku yang hanya bermodalkan bakat.

Juga keberhasilan di ajang-ajang talent search seperti Indonesia Idol. Sudah lama tidak ada anak Ambon yang memenangkan ajang tersebut. Ini tentu harus menjadi bahan evaluasi para pembuat keputusan demi kepentingan peningkatan kualitas musikalitas anak-anak Ambon.

Dia menyarankan, langkah pertama yang bisa dilakukan Pemkot Ambon adalah menggelar lomba cipta jingle Ambon City of Music. Nantinya lagu yang menang menjadi official promosi Ambon City of Music tersebut dialihbahasakan dalam sejumlah Bahasa.

Setelah itu, mendorong terlaksananya ajang-ajang lomba secara rutin dan teratur sebagai wahana bagi para musisi muda mengasah kemampuan musikalitas mereka agar bisa bersaing di industri musik Indonesia ke depannya.

Penulis: Petra Josua
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!