Sekilas Info

Kuasa Hukum John Kei Sebut Kesaksian Nus Kei Tak Jelas, Pinjaman Uang 1 Miliar Terungkap di Sidang

Foto: ANTARA/Devi Nindy Nus Kei di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (24/2/2021).

satumalukuID - Kuasa hukum John Kei menyebutkan tiga saksi yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (25/2/2021), tak membuktikan dakwaan pembunuhan berencana. Tiga saksi yang dihadirkan, yakni Gaspar Rahang, Nus Kei dan Frangky Rumatora alias Angki.

"Dari tiga saksi, tiga-tiganya nya belum memenuhi kualifikasi untuk membuktikan dakwaan jaksa, karena tuduhan terutama untuk bung John pembunuhan (Pasal) 340 (KUHP) itu belum jelas," ujar kuasa hukum John Kei, Phillipus Tarigan.

Phillipus mengatakan keterangan Angkie hanya sekedar asumsi sendiri yang diyakininya bahwa John Kei menjadi dalang dalam rencana pembunuhan. Angkie tidak mendapatkan langsung informasi tersebut dari sumber pertama. Terutama pada nama-nama kelompok Nus Kei yang menjadi daftar target pembunuhan, tercantum dalam "white board," menurut kuasa hukum, hanya sekedar asumsi.

"Makanya kita lihat selanjutnya, sampai nanti ada pembuktian berupa barang bukti apakah benar itu dihadirkan sebagai barang bukti. Apakah ada perencanaan pembunuhan, itu kita buktikan nanti," ujar dia.

Dia mengatakan dalam persidangan, Nus Kei tidak menampik adanya pinjaman uang sebesar Rp1 miliar yang didapatkan berkat campur tangan John Kei. Nantinya, pihak John Kei akan menghadirkan saksi mahkota yang bertujuan untuk meringankan dakwaan.

Sementara itu Agrapinus Romatora alias Nus Kei menyebutkan uang Rp1 miliar yang dipinjamnya bukan berasal dari John Kei.

Saat memberi kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu, Nus Kei menyebutkan uang tersebut untuk operasional urusan perkara tanah di Ambon, Maluku, yang tengah diperkarakan di Mahkamah Agung (MA). “Saya tidak pinjam uang itu dari dia (John Kei),” ujar Nus Kei.

Menurut dia, uang itu diambilnya dari “bos kecil” yang tidak ia sebutkan namanya secara jelas di persidangan. Adapun uang itu akan cair jika John Kei menghubungi “bos kecil” itu. Nus Kei mengatakan uang itu diantarkan ke istri John Kei dalam dua tahapan.

“Rp1 miliar itu dalam dua tahap, tahap satu Rp500 juta dan sisanya dalam uang dolar AS yang dimasukkan ke amplop,” ujar dia.

Dalam kronologi dakwaan, bermula saat Nus Kei mendatangi John Kei di rumah tahanan pada 2013 untuk meminjam uang sebesar Rp1 miliar. Nus Kei menjanjikan akan mengembalikan uang itu dalam waktu enam bulan sebesar Rp2 miliar. Namun sampai John Kei keluar dari penjara tahun 2020, Nus Kei tidak kunjung mengembalikan uang yang dipinjam.

Namun Nus Kei membantah dan merasa tidak pernah menjanjikan akan mengembalikan uang tersebut sebesar Rp2 miliar dalam jangka waktu enam bulan.

Dia juga menjelaskan, John Kei tidak meminta bantuannya untuk perkara tanah. Namun tanah yang menjadi perkara itu sebenarnya dipegang mendiang adik John Kei, Tito Refra Kei.

“Lalu Tito meninggal, yang punya perkara ini namanya Yohanes Tisera alias Ombu Kei yang suruh. Ketemu sama saya di Ambon, saya kasih tau 'kakak perkaranya begini'. Kalau oke, jalan, dan kalau enggak oke, yo udah wes kita tak mesti sejalan,” ujar dia.

Selanjutnya 1 2 3

Baca Juga

error: Content is protected !!