Sekilas Info

Dukung LIN di Maluku, Program Budidaya Perikanan Triliunan Rupiah di Buru, SBB dan Tanimbar Disiapkan

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

satumalukuID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggenjot pengembangan perikanan budidaya di Maluku untuk mendukung  program Lumbung Ikan Nasional (LIN) di tiga wilayah yang menjadi prioritas pengembangan yakni Kabupaten Buru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

"Selain sektor perikanan tangkap, KKP juga mengembangkan perikanan budidaya yang memiliki potensi besar dan ini bisa kita alihkan kepada pelaku industri atau investor," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran pers yang diterima Antara di Ambon, Kamis (25/2/2021).

Menteri mengungkapkan program kerja itu dalam rapat koordinasi secara virtual membahas Program LIN di Maluku pada Rabu (24/2/2021).

Menurut dia, KKP telah membuat program yang berkaitan dengan budidaya perikanan untuk tiga wilayah tersebut, mulai dari pengembangan shrimp estate seluas 5.000 hektar di Kabupaten Buru dengan potensi nilai produksi Rp11,25 triliun per tahun, yang ditaksir mampu menyerap 6.000 tenaga kerja.

Selanjutnya  program  Kampung  Rumput  Laut  seluas  1.000  hektar  di  Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan potensi nilai produksi Rp230,4 miliar per tahun,  di mana penyerapan lapangan kerja bisa mencapai 1.500 orang.

Ada juga Kampung Kerapu seluas 100 hektar di Kabupaten Seram Bagian Barat dengan potensi nilai produksi Rp3,2 triliun per tahun dan bisa menyerap 2.000 tenaga kerja.

Menteri   juga menekankan  perlunya  dukungan  infrastruktur  pelabuhan perikanan sebagai penghubung perdagangan domestik maupun ekspor. Kepastian infrastruktur ini  menurutnya,  akan  menarik  minat  investor  membangun  usaha  perikanan  di  kawasan Lumbung Ikan Nasional.

"Jadi yang perlu dipikirkan inikan harus menarik bagi investor, terutama investor industri perikanan. Tadi sudah saya sampaikan 1.000 kapal per hari, sehingga kapasitas pelabuhan juga jangan main-main. Kami akan awasi secara ketat supaya kapal semua bermuara pada pelabuhan yang kita bangun ini," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan yang memimpin rapat koordinasi, mendukung penuh program yang paparkan oleh Menteri Trenggono untuk mewujudkan lumbung ikan nasional yang bermanfaat bagi negara, pemerintah daerah, dan
masyarakat di sana.

"Angka yang sangat besar sekali yang kita bisa ambil dari sini dan bisa memberikan nilai tambah untuk negeri," ungkap Menteri Luhut.

Peningkatan Kualitas SDM

Sejalan dengan arah pembangunan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN), KKP melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan     (BPPP) Ambon menyelenggarakan  ‘Pelatihan  Diversifikasi  Produk  Hasil  Perikanan’  bagi  90  pelaku  utama perikanan di tiga kabupaten setempat yakni Buru, Buru Selatan, dan Kepulauan Tanimbar.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja mengatakan, pelatihan diselenggarakan selama dua hari pada 22-23 Februari 2021. Tujuannya agar masyarakat Maluku bisa memanfaatkan hasil tangkapan yang tidak terjual untuk diolah menjadi produk dengan masa ketahanan lebih panjang.

“Saya sarankan jangan dibuang. Lebih baik kita olah. Misalkan kita jadikan surimi seperti baso ikan, nugget, kaki naga, dan sebagainya. Kalau sudah diolah, masa simpannya jadi panjang. Selain itu, anak-anak juga bisa menikmatinya,” jelas Sjarief.

Dalam pelatihan tersebut para peserta dibekali berbagai materi pengolahan ikan yang  kaya. Mulai dari penerapan  sanitasi dan higienitas, diversifikasi olahan hasil perikanan, serta pengemasan dan penyimpanan hasil perikanan. Peserta juga diberikan pelatihan analisa usaha hasil perikanan agar dapat benar-benar mengimplentasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapat  pasca pelatihan.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati menyatakan bahwa pelatihan ini ditujukan untuk mengembangkan SDM Maluku dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya perikanan, baik dari hasil sektor tangkap maupun budidaya.

“Diversifikasi olahan perikanan ini  bisa menjadi salah satu alternatif  pemanfaatan hasil perikanan sehingga mempunyai nilai ekonomi dan daya saing yang tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya pada 17-18 Februari 2021, Puslatluh KP melalui BPPP Ambon juga telah menyelenggarakan  ‘Pelatihan  Pengoperasian  Instalasi  Penggerak  Utama  Kapal’  bagi  90 nelayan setempat. Ke depan, Puslatluh KP akan terus hadir dengan berbagai pelatihan masyarakat demi mewujudkan pembangunan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional.

Baca Juga

error: Content is protected !!