Sekilas Info

Oknum Anggota Batalyon 733/Masariku Ditangkap Diduga Terlibat Penjualan Amunisi ke Papua

satumalukuID/Istimewa Barang bukti Senpi dan Amunisi asal Ambon yang diamankan aparat Polres Bintuni, Papua Barat.

satumalukuID- Selain dua oknum polisi, seorang oknum anggota TNI Angkatan Darat (AD) berinisial Praka MS di Ambon, juga diduga terlibat dalam penjualan senjata api dan amunisi.

Kasus ini terungkap setelah aparat Polres Bintuni, Papua Barat, mengamankan WT, seorang warga sipil bersama dua pucuk senpi dan ratusan butir amunisi, Rabu (10/2/2021) lalu.

Dua oknum polisi yaitu Bripka RA dan Bripka SP, anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Sementara Praka MS merupakan oknum anggota Batalyon 733/Masariku. Mereka kini sudah diamankan oleh satuan masing-masing.

Baca Juga:

Kepala Penerangan Kodam XVI/Pattimura, Kolonel Arm Stefie Yance Nuhuyanan, yang dikonfirmasi satumaluku.id, tidak menampik informasi tersebut.

"Terkait masalah itu benar adanya. Hanya masih dalam penyelidikan (apakah) benar dan tidak Praka MS terlibat," kata Stefie yang mengaku sedang berada di luar Maluku, Senin (22/2/2021).

Stefie tak bisa secara detail menyampaikan penangkapan tersebut. Ia hanya menyarankan untuk melakukan konfirmasi kepada Komandan Pomdam XVI/Pattimura Kolonel Jhony Pelupessy.

"Saran beta (saya) ale (kamu) langsung (konfirmasi) ke Danpomdam," pintanya.

Terpisah, Komandan Pomdam XVI/Pattimura, Jhony Pelupessy, membenarkan adanya penangkapan terhadap Praka MS. Anggota TNI AD ini diakui terlibat dalam penjualan amunisi.

"Betul. Tapi yang bersangkutan sementara ini terlibat penjualan munisi bukan senpi," katanya melalui pesan whatsaap kepada satumaluku.id, Selasa (23/2/2021).

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!