Sekilas Info

Kejati Maluku Mengaku Penetapan Tersangka Ferry Tanaya Sah Menurut Hukum

satumalukuID/Husen Toisuta Gedung Pengadilan Negeri Ambon.

satumalukuID- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku secara tegas menegaskan, penetapan Ferry Tanaya sebagai tersangka atas kasus pengadaan lahan untuk pembangunan PLTMG 10 MV tahun 2016 di Dusun Jiku Merasa, Desa Namlea Kabupaten Buru, sah menurut hukum.

Penegasan itu disampaikan Kejati Maluku selaku Termohon atas dua permohonan Ferry Tanaya, dalam sidang lanjutan Pra Peradilan di Pengadilan Tipikor Ambon, Selasa (23/2/2021). Sidang dipimpin Hakim tunggal, Adam Adha.

Termohon mengatakan, terkait permintaan pencabutan status tersangka Ferry Tanaya untuk kedua kalinya, diakui tidak ada yang salah. Penetapan tersangka masih berada dalam koridor hukum dan diatur dalam undang-undang.

"Mahkamah konstitusi menyatakan kalau sudah ada putusan Pra Peradilan, penyidikan bisa dilakukan oleh penyidik berdasarkan alat bukti dan kelengkapan bukti lain sebagimana diatur dalam putusan MK," tegas Termohon melalui Jaksa Gunawan Sumarsono.

Terkait permintaan rehabilitasi nama baik Ferry Tanaya pasca putusan Pra Peradilan pada 24 September 2020 silam, Termohon mengaku hal tersebut bukanlah kewenangan Kejaksaan, melainkan menjadi kewenangan Pengadilan.

"Terkait pelaksanaan rehabilitasi jelas diperaturan pemerintah mengenai pelaksanaan KUHP yang menyatakan bahwa amar putusannya yang melaksanakan adalah Panitra bukan Kejaksaan. Jadi bukan kami, melainkan Pengadilan. Baca baik-baik peraturan pemerintah tentang pelaksanaan KUHP," pungkasnya.

Untuk diketahui, Majelis Hakim menunda sidang lanjutan hingga Rabu (24/2/2021) mendatang dengan agenda menanggapi jawaban Pemohon.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!