Sekilas Info

Dua Senjata Api dan Surat Keterangan Bebas Covid-19 Dari Ambon Diamankan di Bintuni Papua, Ini Kata Polda Maluku

satumalukuID/Tiara Salampessy Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat.

satumalukuID- Aparat Polres Bintuni, Papua Barat, mengamankan dua pucuk senjata api dan ratusan butir amunisnya dari tangan WT, warga sipil. Di tangan pria 34 tahun ini, juga ditemukan dokumen surat keterangan bebas Covid-19 dari Kota Ambon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumaluku.id, dua pucuk senjata api ilegal ini hendak diselundupkan ke Nabire, Papua. Dua benda mematikan itu dibawa dari Kota Ambon. Di antaranya 1 buah pistol revolver, 1 senjata api laras panjang, 600 amunisi kaliber 5,56 mm, 7 amunisi kaliber 3,8 mm dan satu magazine.

Penyelundupan senjata api dan amunisi ini dilakukan melalui jalur laut. Hendak ke Nabire, Papua, melalui Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, WT diamankan pada Rabu (10/2/2021).

Pengiriman senjata api bersama ratusan butir amunisi itu diduga ada hubungannya dengan pergerakan Kelompok Separatis Bersenjata di Papua.

Terkait dengan penangkapan seorang warga bersama dua pucuk senjata api dan ratusan amunisi yang dibawa dari Ambon, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Rum Ohoirat, membenarkannya.

"Sebelumnya Polres Bintuni Papua Barat ada menangkap warga masyarakat yang membawa senjata api. Di mana dari hasil penyelidikan bahwa senjata tersebut di beli dari Ambon," kata Rum yang dikonfirmasi Minggu (21/2/2021).

Mendapat informasi terkait penyelundupan senjata api ilegal ini, Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri, memerintahkan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang, melakukan koordinasi dengan Polres Bintuni.

"Atas informasi tersebut Kapolda Maluku memerintahkan Kapolres Ambon dengan di back up oleh Polda Maluku untuk melalukan koordinasi dengan Polres Bintuni dan Polda Papua Barat," kata Rum.

Selain itu, orang nomor 1 Polda Maluku ini juga memerintahkan untuk melakukan penyelidikan terkait adanya jual beli senjata api di Kota Ambon. Hasilnya, sejumlah orang sudah berhasil ditangkap.

"Beberapa orang sudah ditangkap. Kasus tersebut masih dikembangkan dan akan dilakukan ekspos ke media. Kita masih kembangkan dan akan di ekspos secara terbuka," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!