Sekilas Info

MK Tolak Permohonan Gugatan Pilkada Tahun 2020 di Aru, MBD dan Seram Timur

satumalukuID- Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya mengeluarkan putusan menolak gugatan Pilkada tahun 2020 di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya (MBD), dan Seram Bagian Timur (SBT). Penolakan disampaikan dalam sidang putusan dengan agenda Dismissal, Rabu (17/2/2021).

"Proses sidang di Mahkamah Konstitusi hari ini agenda putusan Dismissal. Tiga kabupaten ini diputuskan pada saat dismissal itu seluruhnya ditolak" kata Abdullah Ely, anggota Bawaslu Maluku bagian Divisi Data dan Informasi kepada satumaluku.id.

Menurutnya, permohonan pemohon dari Aru dengan nomor perkara 38/PHP.BUB-XIX/2021, kemudian MBD bernomor 73/PHP.BUB-XIX/2021 dan SBT 117/PHP.BUB-XIX/2021 tertanggal 21 Desember 2020, semuanya tidak dapat diterima.

"Maluku ada 3 kabupaten masing-masing SBT, Aru dan MBD. Untuk Bawaslu SBT nomor perkara 117 dan seterusnya dinyatakan tidak dapat diterima. Kemudian sama halnya juga dengan Aru nomor perkara 38 dan MBD nomor perkara 73," terangnya.

Abdullah mengaku, setelah MK mengeluarkan putusan tidak dapat menerima permohonan dari pemohon, maka proses sengketa Pilkada di Aru, MBD dan SBT berakhir.

"Ini berarti bahwa proses ini sudah selsai. Proses penetapan paslon yang memenangkan perhelatan sudah bisa ditindaklanjuti oleh KPU," tandasnya.

Untuk diketahui, pemegang suara terbanyak dalam Pilkada Aru yaitu dr. Johan Gonga dan Muin Sogalrey. Di MBD ada Benyamin Thomas Noach dan Agustinus Lekwardai Kilikili. Sedangkan di SBT yaitu Abdul Mukti Keliobas dan Idris Rumalutur.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!