Sekilas Info

IN MEMORIAM

Sinyo Harry Sarundajang dalam Kenangan Wujudkan Perdamaian

Kabar duka itu datang. Kaget. Sosok yang pernah punya seabrek jabatan penting itu telah pergi selamanya. Itulah Dr Sinyo Harry Sarundajang, mantan Irjen Depdagri, Penjabat Gubernur Maluku Utara, Maluku, Gubernur Sulut dua periode dan wafat dalam tugasnya sebagai Dubes RI di Filipina.

Putra Sulut ini, boleh disebut salah satu tokoh perdamaian di Maluku Utara dan Maluku. Karena beliau menjadi Penjabat Gubernur di dua provinsi basudara saat situasi konflik belum kondusif benar. Masih ada letupan-letupan kecil.

Di Ambon Maluku, pak Sinyo bertugas sebagai Penjabat Gubernur sekitar Desember 2002 hingga September 2003. Selama itu, figur yang hobi membaca ini, punya pekerjaan utama kordinasi keamanan, konsolidasi pemerintahan dan pertemuan-pertemuan dengan berbagai kalangan. Mulai dari grass root (kalangan akar rumput), tokoh agama, masyarakat, maupun pimpinan-pimpinan kelompok yang bertikai.

Beta nilai beliau punya "nyali saribu". Begitulah istilah org Ambon untuk suatu sikap keberanian. Boleh dibilang malah nekat. Suatu waktu beta dan beberapa rekan jurnalis diberi info pak Sinyo mau bertemu dengan para pimpinan kelompok grass root muslim di Hotel Ambon Manise (Amans) kawasan Mardika Pantai. Dalam sikon yang masih rawan, beta juga was-was. Ikut tidak, ikut tidak... Ahhh ikut sajalah. Toh ini berita bagus. Dan tentunya pertemuan dalam pengawalan ketat aparat keamanan.

Kepala Biro Humas Pemprov Maluku saat itu Drs Izack Saimima mensuport kami beberapa jurnalis, sekaligus untuk bakudapa basudara muslim yang karena  sikon jarang ketemu. Beta sempat bilang buat pak Cak, kok pak Sinyo nekat datangi grass root dalam kondisi masih rawan. "Ini kemauan beliau. Antua bilang, niat bae dan demi perdamaian orang sudara, pasti semua bae bae saja," ujar pak Cak dengan dialek Ambon.

Saat itu. Ada juga hal menarik lain yang beta lihat. Ajudan pak Sinyo membawa beberapa amplop coklat tebal. Apakah itu? Oh ternyata didalamnya itu uang. Untuk apa? Ternyata dari info yg didapat. Beliau bilang tidak mungkin dalam pertemuan itu bagi-bagi sembako. Orang  emosi juga karena kehilangan mata pencarian, harus penuhi kebutuhan keluarga, butuh makan dll nya. Jadi itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Pertemuan itu tertutup. Pak Sinyo menyerap semua unek-unek dan aspirasi grass root. Usai pertemuan, beta dan beberapa rekan melihat pak Sinyo diantar para tokoh grass root ke lobi hotel untuk menuju mobil dinasnya. Diantaranya beta kenal pak Husni Putuhena dkk. Luar biasa pendekatan beliau. Semua mencair. Semua teduh, suasana damai.

Sinyo Harry Sarundajang

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!