Sekilas Info

Ahli Waris Dua Pendeta dan Satu Tuagama GPM Klasis Taniwel Terima Santunan Kematian dari BPJamsostek Maluku

Santunan kematian bagi pendeta GPM diserahkan kepala BPJamsostek cabang Maluku Mangasa Laorensius Oloan, kepada ketua Sinode GPM A.J.Werinussa, Jumat (12/2/2021).

satumalukuID - Ahli waris dua pendeta dan satu Tuagama dalam lingkup Gereja Protestan Maluku (GPM) mendapat santunan dari BP Jamsostek Cabang Maluku. Santunan diserahkan kepala BPJamsostek cabang Maluku Mangasa Laorensius Oloan, kepada ketua Sinode GPM A.J.Werinussa untuk diteruskan kepada ahli waris penerima, di Ambon, Jumat (12/2/2021).

Laorensius menyatakan, pihaknya menyerahkan santunan jaminan kematian (JKM) kepada dua orang ahli waris pendeta dan satu orang tuagama di klasis Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat yang merupakan pekerja di jajaran GPM.

Masing-masing ahli waris menerima santunan yang berbeda yakni ahli waris pendeta Mary Pattipeilohy menerima santunan sebesar Rp42 juta untuk JKM, Rp9,2 juta untuk Jaminan Hari Tua (JHT) dan santunan beasiswa anak Rp174 juta.

Sedangkan dua ahli waris lainnya yakni pendeta Elizabet Tauran Ririmasse menerima JKM sebesar Rp42 juta dan JHT Rp3,6 juta.

Dijelaskannya, sinode GPM sejak tahun 2015 telah mendaftarkan pekerja organik yakni para pendeta dan pekerja di kantor sinode dan klasis sebagai peserta BPJamsostek.

"Kewajiban kami terhadap peserta kami bagi yang meninggal dunia, ahli waris berhak menerima santunan kematian yang yang kami serahkan hari ini, " katanya.

Pihaknya saat ini telah menjalin sinergitas dengan sinoda GPM untuk melakukan edukasi dan sosialisasi ke 34 klasis di jajaran GPM.

Sebagian besar klasis telah dilakukan sosialisasi, sasaran BPJamsostek bukan hanya pekerja organik, tetapi juga non-organik.

"Pekerja non-organik yang menjadi sasaran kami yakni anggota jemaat, tuagama, guru sekolah minggu di seluruh gereja, " ujarnya.

Sementara itu sekretaris departemen pengembangan oikumenis sinode GPM, Henry Hetharie mengatakan, GPM merupakan lembaga sosial keagamaan yang mempekerjakan pekerja baik pendeta maupun non pendeta.

"Kewajiban kita kepada negara adalah patuh terhadap UU dan PP, sehingga kita mengikutsertakan semua pendeta dan pegawai non pendeta masuk di program BPJamsostek, " katanya.

Hingga saat ini jumlah tenaga kerja GPM yang terdaftar BPJamsostek sebanyak 401 orang yang mengikuti tiga program.

"Ke depan seluruh pekerja non organik di GPM seperti majelis jemaat,, tuagama, guru sekolah minggu di seluruh gereja akan menjadi peserta BPJamsostek, " ujarnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!