Sekilas Info

REMPAH-REMPAH

Nahkoda Bahtera Sinode GPM

SINODE Gereja Protestan Maluku (GPM) bersidang ke-38, sejak 7-14 Februari 2021 di Ambon. Banyak program, evaluasi dan agenda keumatan dibahas. Puncaknya adalah GPM memilih. Memilih Ketua Umum, Sekretaris Umum dan komposisi lengkap Badan Pekerja Harian (BPH) Sinode.

Pasalnya, ini adalah momentum pengambilan keputusan organisasi gereja tertinggi di GPM. Dengan tugas melakukan evaluasi program kerja dan pelayanan MPH Sinode 2015-2020, membahas kebijakan umum anggaran dan belanja organisasi selama kurun waktu 5 tahun, serta memilih dan menetapkan Ketua dan Sekretaris Umum dan komposisi Majelis Pekerja Harian Sinode GPM lima tahun ke depan, termasuk menetapkan keputusan-keputusan gerejawi lainnya.

Nah, sejak pembukaan pada Minggu (7/2/2021). Kini sudah mendekati fase agenda pemilihan kepemimpinan sinode gereja terbesar di Maluku dan Maluku Utara ini. Tentunya sesuai dengan kriteria yang telah diplenokan.

Siapakah nakhoda bahtera Sinode GPM yang punya moto "Aku Menanam, Apolos Menyiram, Tetapi Allah yang Memberi Pertumbuhan" (1 Korintus 3:6) untuk periode lima tahun ke depan ?

Mungkinkah kali ini masih berputar pada kombinasi kandidat senior dan junior, tua dan muda ? Ataukah terjadi alih generasi nakhoda untuk membawa bahtera jemaat yang punya sejarah panjang sebelum republik tercinta merdeka ?

Semuanya itu kembali pada kriteria dan persyaratan yang ditetapkan dalam persidangan. Serta tanggungjawab pada 280 Peserta Biasa yang punya hak memilih, yang terdiri dari unsur: MPH Sinode 8 orang, Ketua Klasis 34 orang dan Utusan Klasis 238 orang.

Siapapun yang terpilih nantinya. Umat punya harapan yang besar pada visi pelayanan, pembinaan dan kesejahtraan. Bukan pada orientasi atau afiliasi kekuasaan dan keuntungan politis. Bukan pula untuk kepentingan politik praktis dan kaum elit di masa kepemimpinannya.

Berangkat dari moto GPM. Ada tiga aspek vital yang harus diprioritaskan. Yaitu Menanam, Menyiram dan Allah jua lah yang memberi Pertumbuhan. Maknanya umat butuh keteladanan dan pengayoman yang sesuai firmanNya. Butuh visi pelayanan yang memperkokoh keimanan dan nilai persaudaraan sebagai gereja "orang basudara". Serta tentunya GPM harus tetap bertumbuh, berkembang sesuai tuntutan jaman.

Namun sebagai warga GPM. Beta tidak mau terjebak pada pro kontra siapa figur yang layak menakhodai bahtera gerejawi ini. Namun tentunya sebagai pewarta. Rasa ingin tahu perkembangan di arena persidangan adalah suatu tuntutan profesi. Supaya tidak ketinggalan informasi sidang sinode yang memiliki umat yang besar di dua provinsi.

Terkait dengan itu. Dari berbagai rekaman pendapat. Beta mencoba "rai rai" saja suara dan aspirasi dari arena persidangan tentang figur-figur calon ketua umum Sinode GPM. Tentunya tanpa like and dislike serta tanpa kepentingan apapun.

Intinya. Bila kriteria calon ketua umum diputuskan batas usia pensiun kependetaan aktif 58 tahun. Tanpa dihubungkan dengan dikaryakan sebagai akademisi. Maka dua sosok calon senior tereliminasi yaitu Pdt Dr John Ruhulesin STh dan petahana Pdt Ates Werinusa STh. Namun ini hanya prediksi.

Lantas kalau Ruhulesin atau Werinusa tereliminasi persyaratan usia. Siapa sosok yang menjadi kandidat Ketum? Ada beberapa nama yang punya kapasitas disebut-sebut terkait regenerasi yang diprediksi berpeluang.

Mereka diantaranya Pdt Elifas Maspaitella STh (Sekum Sinode GPM), Pdt Izack Sapulete STh (Ketua Klasis Ambon Timur), Pdt Dr Ferry Nahusona STh (Balitbang GPM), Pdt S. Hetharia STh (Dekan Fak Theologia UKIM), Pdt R. Rikumahu STh (Ketua Klasis Pulau Ambon) dan terkini muncul nama Pdt Nicky Rutumalesy STh (Ketua Klasis Kota Ambon).

Kemana arah 280 orang pemilik hak suara itu memilih sosok yang tepat ? Kiranya semua berproses sesuai mekanisme yang ditetapkan. Jangan ada intrik-intrik kepentingan "bermain". Karena kepentingan umat lah di atas segala-galanya.

Sebab bukan kehendakmulah yang jadi, namun Tuhan Allah sang kepala gereja lah yang berkehendak. Karenanya, bahtera GPM butuh sosok yang visioner, berkualitas dan dikehendakiNYA. Selamat memilih. (novi pinontoan)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!