Sekilas Info

DIASPORA MALUKU

Genap 70 Tahun Migrasi Orang Maluku ke Belanda, Generasi Ketiga Mengubah Narasi dan Perspektif Sejarah

A: Untuk Museum Maluku sendiri, apakah ada kegiatan khusus yang akan dilakukan dalam rangka peringatan ini?

HT: Dari bulan Maret nanti hingga bulan November, di Museum Maluku akan ada pameran yang menampilkan seniman-seniman muda keturunan Maluku, dari generasi ketiga dan keempat. Akan dilibatkan juga generasi kedua, yang berusia 60 tahun ke atas, namun saya fokus pada generasi yang lebih muda, yaitu para fotografer dan sejumlah seniman. […] Kami berharap akan ada perwakilan dari pihak pemerintah Belanda yang akan turut membuka acara ini pada 23 Maret.

Pada bulan Desember akan ada pameran besar, dalam kerja sama dengan The indies Remembrance Center, di mana kami akan menceritakan sejarah diaspora Indonesia di Belanda dari tahun 1920 hingga 2020, jadi 200 tahun migrasi.

AMenurut pandangan Anda, bagaimana persepsi masyarakat Belanda terhadap diaspora Indonesia?

ELAntara masyarakat hubungannya sangat positif dengan masyarakat kita. Contohnya, jika orang Indonesia datang ke toko dan ditanya ‘kamu asal dari mana?’ lalu kita bilang dari Indonesia, (orang Belanda) bisa bilang ‘wah, saya ini (berkulit) putih, rambut pirang, mata biru, tetapi kakek saya itu pernah tinggal di Semarang’. Jadi immaterial culture, kalau orang Belanda kedatangan tamu dari luar negeri, sering diajak ke restoran makanan Indonesia karena di Belanda sudah menjadi budaya. Dari sisi itu sudah sangat dekat sekali. Tetapi tidak selalu begitu dari awal. Dari tahun-tahun 40 hingga 50an itu sebenarnya bisa dibilang secara diplomatis hubungannya dinamis.

AApakah ada perbedaan persepsi terhadap orang Indonesia, antara generasi muda dan generasi senior di Belanda?

EL: Ada perbedaan dan ada beberapa alasan dari perbedaan itu, generasi yang lebih tua banyak yang sempat lama tinggal di Indonesia, atau kebetulan ada darah Indonesia karena ibunya atau bapaknya orang kita jadi generasi mereka lebih hangat, mereka bahkan tahu makanan-makanan kita, kue mangkok, tahu telur, dan sebagainya, apa saja generasi yang lebih tua itu tahu.

[…] Generasi muda (di Belanda) masih kurang mengenal dengan Indonesia tapi masih tahu karena mendengar cerita-cerita dari kakek neneknya atau orangtuanya dan karena itu ada bedanya antar generasi.

Generasi yang lebih tua ya mungkin trauma dengan dekolonisasi, dengan periode tahun 1945 hingga 1950, periode 1955 harus pergi dari Indonesia, tetapi walaupun trauma tetap melihat masyarakat Belanda selalu positif terhadap Indonesia kalau sekarang ini.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Aria Cindyara/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!