Sekilas Info

Satgas Covid-19 Kota Ambon Temukan Aktivitas Karaoke di Urimessing, Izin Usaha Terancam Dicabut

Foto: MCAmbon Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Ambon saat sidak di salah satu karaoke di Urimessing, Jalan Diponegoro, Ambon, Selasa (2/2/2021).

satumalukuID - Tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Ambon menindak aktifitas karaoke yang melanggar aturan penerapan PSBB transisi.

Koordinator Fasilitas Umum Tim Pengendali PSBB Kota Ambon Richard Luhukay menyatakan usaha karaoke yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Ahusen itu terancam dicabut ijzn usahanya setelah didapati melakukan aktifitas yang melanggar protokol kesehatan.

"Kami menerima laporan masyarakat terkait aktifitas di tempat karaoke, kemudian kami menindaklanjuti dengan mendatangi tempat karaoke, " kata Luhukay di Ambon, Rabu (3/2/2021).

Saat melakukan peninjauan, tim satgas tidak menemukan aktifitas di tempat karaoke tersebut, tetapi didapati beberapa botol minuman belum sempat dibersihkan.

"Meski tidak ada lagi aktifitas, tetapi kami dapati beberapa botol minuman yang masih berada di atas meja dan sudah kami sita, ada juga beberapa dokumentasi yang kami terima saat berlangsungnya aktifitas di tempat tersebut," ujarnya.

Tim telah melayangkan surat peringatan kepada pemilik usaha tersebut untuk segera menghubungi tim pengendali untuk dimintai keterangan.

Aktivitas yang dilakukan meski hanya sesaat, tapi telah melanggar aturan yang berlaku, karena itu PPNS akan mengambil tindakan guna memberikan efek jera.

"Tindakan yang diambil PPNS untuk memberi efek jera sekaligus pembelajaran kepada yang lain agar tidak melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah dalam upaya pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Ambon," tandasnya.

Tim juga memberikan apresiasi bagi masyarakat yang proaktif dalam memberikan laporan kepada Tim PSBB, terkait pelanggaran yang dilakukan.

"Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung kami. Jika menemukan atau mendapati aktifitas yang melanggar aturan, jangan sungkan-sungkan untuk melaporkan kepada kami," ungkap Luhukay.

Baca Juga

error: Content is protected !!