Sekilas Info

Kembali Ditetapkan Tersangka Korupsi PLTMG Namlea, Ferry Tanaya Belum Ditahan

satumalukuID/Husen Toisuta Tersangka Ferry Tanaya saat akan dibawa ke rumah tahanan Polda Maluku di kawasan Tantui, Kota Ambon, pada Senin (31/8/2020).

satumalukuID- Ferry Tanaya (61) dan Abdul Gafur Laitupa (47), kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

Kedua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan PLTMG 10 MV tahun 2016 silam itu, sejak ditetapkan Rabu (27/1/2021) lalu, hingga saat ini belum di tahan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas (Kasipenkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette, mengungkapkan, penetapan dua tersangka tersebut dilakukan setelah penyidik memperoleh bukti permulaan yang cukup.

Usai memperoleh cukup bukti, juru bicara Kejati Maluku ini mengaku, tim penyidik kemudian melakukan ekspose atau gelar perkara. Status keduanya lantas dinaikan menjadi tersangka.

"Setelah melalui serangkaian tindakan penyidikan dalam perkara dugaan Korupsi dalam pengadaan tanah untuk lahan pembangunan PLTMG 10 MV Tahun Anggaran 2016, telah diperoleh bukti permulaan yang cukup dan telah diterbitkan Surat Penetapan Tersangka kepada FT (Ferry Tanaya) dan AGL (Abdul Gafur Laitupa)," jelasnya.

Ferry ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan nomor B-212/Q.1/Fd.2/01/2021, tanggal 27 Januari 2021. Sedangkan Abdul dengan nomor B-213/Q.1/Fd.2/01/2021, tanggal 27 Januari 2021.

"Setahu saya belum (Tersangka FT dan AGL belum ditahan)," kata Samy singkat.

Untuk diketahui, Ferry Tanaya, mengaku pemilik lahan PLTMG Namlea dan Abdul Gafur Laitupa, Pegawai Negeri Sipil di Badan Petanahan Nasional Kabupaten Buru, pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus serupa.

Ferry dan Abdul yang sudah ditahan kala itu, kemudian dilepaskan demi hukum. Ini setelah hakim tunggal praperadilan Rahmat Selang, menerima gugatan Ferry Tanaya di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (24/9/2020) lalu.

Sehari pasca penetapan tersangka Ferry Tanaya dinyatakan tidak sah, Kejati Maluku langsung melakukan penyidikan ulang berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print-04/Q.1/Fd.2/09/2020, Jumat (25/9/2020).

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!