Sekilas Info

Kaka Slank Bilang Jika Laut Maluku Dikelola Baik, Indonesia Tidak Perlu Gali Tambang

satumalukuID/Husen Toisuta Tangkapan layar musisi dan aktivis lingkungan, Akhadiwira Satriaji atau akrab disapa Kaka Slank.

satumalukuID- Musisi dan aktivis lingkungan, Akhadiwira Satriaji atau lebih populer disapa Kaka Slank, menyebutkan, jika laut Maluku dikelola dengan baik, maka Indonesia tidak perlu menggali tambang.

"Kalau laut bagus, Indonesia tidak perlu gali tambang," kata Kaka saat menjadi pembicara dalam Sail to Campus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, yang digelar Yayasan EcoNusa melalui virtual zoom, Sabtu (30/1/2021).

Sail to Campus Unpatti Ambon ini mengangkat tema "Lumbung Ikan Nasional (LIN) untuk siapa?".

Diskusi publik tentang LIN ini turut dibincangkan oleh DR. Hendra Yusran Siri, Setjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), DR. Abdul Haris, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku, Prof. DR. Agustinus Tupamahu, Guru Besar Teknologi Perikanan Tangkap Unpatti Ambon, Eliza Kissya, Kepala Kewang Negeri Haruku, dan Laila Dwitari Tuasikal, aktivis perempuan.

Provinsi Maluku, kata vokalis grup band Slank yang sempat mengikuti ekspedisi Maluku bersama Yayasan EcoNusa tahun 2020 lalu ini, mengaku, harusnya berbangga masih memiliki tradisi kearifan lokal seperti kewang yang dipakai menjadi pengawas aturan, larangan atau sasi.

"Mestinya Maluku bisa berbangga masih ada tradisi (kewang) kuat dengan aturan-aturan (sasi)," ujarnya.

Menurut Kaka, peraturan tentang kelautan dan perikanan yang diatur pemerintah harusnya bisa dikombain dengan kearifan lokal.

"Harus bisa berjalan berbarengan. Karena ilmu laut sudah dipegang orang-orang jaman dulu. Sehingga bagaimana menjaga laut agar bisa panjang umurnya," harapnya.

Kaka mengajak masyarakat Maluku yang luas lautnya lebih besar ketimbang daratan, agar tidak membuang sampah sembarangan.

"Jangan anggap laut itu luas lalu membuang sampah sembarangan," pintanya.

Kepada para pemuda peduli lingkungan, Kaka juga meminta agar tidak hanya melakukan pembersihan pada momen-momen tertentu saja.

"Harus jadikan laut sebagai tempat bermain kita, tempat kita tangkap ikan. Pungut sampah tidak perlu tunggu momen nasional. Harusnya dilakukan seperti bermain," pintanya.

Anak muda yang hidup di pesisir pantai, juga diajak Kaka untuk terus membangkitkan semangat kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Anak muda di pesisir harus tumbuhkan rasa peduli. Ilmu kelautan harusnya bisa berkolaborasi, biar lebih efektif sustanaible," ajaknya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!