Sekilas Info

Lahir saat Ayah Bertugas di Lanud Pattimura, Kapolri Listyo Sigit Prabowo Tinggal di Ambon Hingga Usia 3 Tahun

Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menjalani pengambilan sumpah dan pelantikan sebagai Kapolri, Rabu (27/1/2021).

satumalukuID - "Iya benar. Papa saya dan ayah dari pak Kapolri baru, itu saudara sepupu. Ayah dari pak Listyo itu, adik sepupu papa saya. Papa saya nama Ngadiman, sedangkan ayah pak Kapolri nama Trisno. Beliau bertugas sebagai anggota TNI AU di Lanud Pattimura Laha".
.
Demikian cerita Novita Purwo Sutanti, adik sepupu dari Kapolri baru Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo yang dihubungi satumaluku.id via whatsapp, Rabu (27/01/2021).

Untuk diketahui, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) baru, Jenderal Pol  Listyo Sigit Prabowo, telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu (27/1/2021). Beliau menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz yang memasuki masa pensiun.

Informasi data diri Kapolri baru yang lahir di Ambon pada 5 Mei 1969, membuat warga Maluku penasaran ingin mengetahui seluk beluk mantan Kabareskrim Polri itu lahir di kota berjuluk manise ini.

Menurut Novita, papa mereka sudah almarhum. Namun papa dan mama nya cerita, bahwa papa dan ayah Kapolri baru berasal dari Jogjakarta.

"Pak Trisno biasa kami menyapa ayah nya Kapolri baru. Beliau bertugas di Ambon sebagai prajurit TNI AU di Lanud Pattimura Laha. Nah, papa saya ikut merantau ke Ambon waktu itu karena ada pak Trisno. Papa kemudian bekerja sebagai pegawai sipil di Lanud Pattimura hingga beliau wafat," tutur Novita, yang kini bekerja di Bank Maluku dan Maluku Utara Cabang Jakarta.

Lebih lanjut dikatakan, Kapolri baru memang lahir di Ambon tepatnya di kompleks Lanud Pattimura Laha. Rumahnya tidak jauh dari gedung serba guna Luhukay di pangkalan tersebut.

"Pak Listyo hanya sampai umur 3 tahun di Ambon. Karena setelah itu, ayahnya pindah tugas di Makassar. Sedangkan papa saya tetap bekerja di Lanud Pattimura Laha. Bahkan papa menikah dengan nona Ambon marga Pasalbessy," jelas Novita.

Ia menambahkan, Kapolri baru bersaudara tiga orang. Dirinya akui kalau pulang ke kampung di Jogjakarta, mereka keluarga besar sering berkumpul. "Sebenarnya mama yang tahu persis pak Listyo dan ayahnya. Hanya mama sudah lanjut usia," kata Novita, yang alumni SMA 3 Ambon.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Moh Roem Ohoirat yang sempat dikonfirmasi, mengatakan, orang tua Kapolri baru dulu di Ambon bukan anggota Polri.

"Kami di Polda tidak ada info dan data tentang orang tuanya. Infonya malah beliau dulu di Lanud Laha," ujar Ohoirat.

Meskipun Kapolri baru bukan suku Ambon Maluku. Beberapa warga menyatakan turut bangga atas pengangkatan beliau dan menyampaikan harapan mereka.

Rudi Muhrim misalnya. Warga Ambon yang juga berprofesi wartawan mengungkapkan harapannya.

"Harapannya,, terutama persoalan penjaminan pemenuhan hak asasi manusia, khususnya kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. Kapolri baru harus mampu mendorong reformasi di tubuh kepolisian, menuntaskan kasus kekerasan pers dan menghentikan tradisi pembungkaman kebebasan berekspresi oleh aparat," ujar Rudi.

Pasalnya. Sepanjang tahun 2019 dan 2020 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mencatat, tahun 2019 terdapat 79 kasus dan tahun 2020 117 kasus kekerasan terhadap jurnalisme, 76 diantaranya dilakukan oknum aparat kepolisian. Institusi itu belakangan menunjukkan pola pendekatan represi terhadap kebebasan berekspresi maupun pers. Banyaknya kasus kriminalisasi terhadap jurnalis sampai pada tahap persidangan menunjukkan aparat kepolisian mengabaikan keberadaan UU 40 tahun 1999 tentang Pers.

"Intinya. Dibawah kepemimpinan Kapolri baru ini, institusi Polri akan semakin membaik. Terutama di tanah kelahirannya, Ambon Manise," ungkap Rudi Muhrim.

Sedangkan Karel Sahulata, warga Ambon yang kini mentap di Jakarta. Menyampaikan rasa bangganya, meskipun Kapolri baru bukan suku Ambon, namun lahir di tanah Ambon.

"Beta turut bangga di tanah rantau. Karena beliau secara terbuka ungkapkan lahir di Ambon. Tentunya sahabat dan kerabat orang tuanya ada di sana. Mereka turut bersama dan berdoa saat Kapolri baru lahir di Ambon. Berdoa untuk kemudian sang anak jadi orang berguna untuk bangsa dan negara. Dan sekarang sudah terbukti pak Listyo jadi Kapolri," jelas Karel. (novi pinontoan)

Baca Juga

error: Content is protected !!