Sekilas Info

Murad Ismail Apresiasi Kepedulian Para Mantan Pemain Nasional dan Liga Asal Maluku yang Beri Coaching Clinic

satumalukuID/Istimewa Ferrel Raymond Hattu, mantan kapten timnas Indonesia saat merebut medali emas SEA Games 1991 di Manila Filipina, mewakili rekan-rekannya menyerahkan kaos tim Putra Maluku (PUMA) Surabaya kepada Gubernur Maluku bertuliskan Murad Ismail.

satumalukuID- Gubernur Maluku Irjen Pol (Pur) Murad Ismail, mengapresiasi kepedulian para mantan peman sepakbola tim nasional PSSI dan Liga Indonesia, yang tergabung pada perkumpulan Putera Maluku (PUMA) di Pulau Jawa.

"Saya apresiasi kedatangan dan kepedulian kalian untuk membagi ilmu sepakbola. Karena itu untuk membangkitkan kembali persepakbolaan di Maluku," ungkap Murad, saat menjamu para legenda sepakbola tersebut di kediamannya yang berada di kawasan Wailela Ambon, Senin malam (25/01/2021).

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Maluku, Sandi Wattimena ST, yang turut mendampingi Murad Ismail dalam kesempatan tersebut kepada satumaluku.id, Selasa (26/01/2021).

Menurutnya, pada saat itu, Gubernur juga mengenang masa mudanya juga sebagai pemain sepakbola di Jakarta. Ia bahkan sempat merasakan kompetisi Galatama di awal jaman liga semi profesional dilaksanakan selain perserikatan.

"Pak Gub bercerita sempat main bola dan memperkuat salah satu klub di awal-awal kompetisi Galatama diputar. Saya lupa nama klubnya. Karena beliau juga ada sebut beberapa nama pemain seangkatannya di Galatama," tutur Sandi.

Dari penuturan Murad Ismail, kalau tidak keliru nama beliau pernah tercatat di klub Caprina Jakarta yang dikelola si "pending emas" Herlina di awal kompetisi Galatama era 1980 an. Namun klub itu tidak bertahan lama karena bubar.

Sementara itu, pada kesempatan tetsebut mantan kapten timnas Indonesia saat meraih medali emas sepakbola SEA Games 1991 di Manila Filipina, Ferrel Raymond Hattu, mewakili rekan-rekannya menyampaikan beberapa usul saran demi kembali bangkitnya sepakbola di Maluku.

"Bung Ferrel berharap sepakbola Ambon Maluku bisa kembali bangkit dan berjaya seperti dulu. Dia mengusulkan agar baiknya di setiap daerah atau kecamatan dan desa ada lapangan sepakbola , sehingga bisa menggali potensi dan bakat anan-anak muda Maluku yang sudah dikenal pada persepakbolaan nasional," ujar Sandi, mengutip penjelasan Ferrel.

Dalam momen itu, beberapa perwakilan PUMA diantaranya Ferrel Raymond Hattu dan mantan gelandang Persebaya, Yongki Kastanya menyerahkan cinderamata berupa kaos bertuliskan nama "Murad Ismail", juga kaos tim Putra Maluku dan plakat perkumpulan tersebut.

Sebelum bersilaturahmi dengan Gubernur Maluku, para pemain legenda ini telah mengunjungi kota Masohi. Di sana mereka bertanding eksebisi dan memberikan coaching clinic (pelatihan dasar) kepada para pemain usia dini. Hal yang sama juga dilakukan di Lapangan Rindam Pattimura kawasan Suli.

Yongky Kastanya mewakili rekan-rekannya memberikan plakat perkumpulan mantan peman Putra Maluku (PUMA) Surabaya. -dokumen-

Kemudian pada Senin sore, mereka melanjutkan coaching clinic untuk para pemain Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Maluku di Stadion Mandala Remaja Karangpanjang.

"Karena bung Yessy Mustamu berhalangan. Jadi yang berikan coaching itu bung Ferrel Hattu dan bung Yongki Kastanya. Keduanya memotivasi para pemain pelajar untuk terus berlatih keras, disiplin dan harus punya motivasi untuk maju. Disarankan pula untuk perbanyak pertandingan sehingga punya pengalaman," ungkap Kadispora Maluku.

Kunjungan perkumpulan PUMA itu, menurut Reinold Pietersz merupakan agenda mereka sendiri untuk pulang kampung, sekaligus membagi pengalaman dan ilmu sepakbola kepada generasi muda di Maluku.

"Sekaligus untuk silaturahmi dengan keluarga masing-masing," kata Reinold, mantan striker tim Jatim yang mencetak satu gol emas di PON 1996 serta Persebaya saat juara Liga Indonesia 1997 bersama Khairil Anwar Ohorella.

Selain Ferrel, Yongki, Reinold, Khairil Anwar, beberapa nama beken lainnya turut bergabung di perkumpulan PUMA seperti Yessy Mustamu, Maura Helly, Aries Sanyakit, Edo Mangilomi, Nus Yadera, Jusuf Mony, Imran Lestaluhu, Saleh Tuharea dan lainnya.

Pada Selasa pagi rombongan perkumpulan PUMA ini sudah kembali ke Surabaya dan beberapa kota lainnya di Pulau Jawa.

Baca Juga

error: Content is protected !!