Sekilas Info

LEGENDA SEPAKBOLA

Imran Nahumarury, Bantu Mama Bajual di Saparua, Jadi Pemain Nasional, Komentator dan Kini Pelatih

Imran Nahumarury (kiri) sebagai asisten pelatih di klub PSIS Semarang.

satumalukuID - "Beta kalo ingat masa kecil. Pasti terharu. Mau menangis. Sedih ingat temani mama berjualan. Malah pernah sampai di kampung-kampung Pulau Saparua. Apalagi saat beta kaki lecet karena berjalan jauh. Mama gendong beta sambil tetap berjualan. Itu tidak akan beta lupakan".

Begitulah ungkapan pembuka kisah dari Imran Nahumarury. Putra negeri Tulehu, kecamatan Salahutu Pulau Ambon, Maluku Tengah kelahiran 12 November 1978 yang adalah mantan pemain sepakbola tim nasional senior Indonesia era 1999-2005. Juga eks skuad Persija, Persib, Persikota, Persita dan PSB Bogor.

Imran merupakan putra dari almarhum Muhamad Nahumarury dan Djainab Maruapey. Ia satu dari puluhan bahkan ratusan putra Tulehu yang punya sejarah panjang berkarier dan berkiprah di timnas maupun klub-klub Liga Indonesia. Sehingga oleh PSSI, Negeri Tulehu dijuluki "Kampung Sepakbola".

Ia mengakui, motivasi mewujudkan impian menjadi pemain nasional, lahir dari kehidupan yang terbatas dan melihat perjuangan hidup orang tuanya terutama mama nya yang luar biasa. Berjualan apa saja. Mulai dari pakaian/baju, daster, juga ikan hingga ke Pulau Saparua. Sedangkan papa nya juga turut beternak ayam kampung dan bertani.

Sebagai anak Tulehu, cita-cita sejak kecil bagaimana caranya bsa menjadi pesepakbola yang sukses, supaya bisa bantu keluarga terutama mama papa pergi haji. Namun awalnya Imran kecil sempat sedih. Lantaran ketika minta sepatu bola, ibunya tidak mau membeli, malah suruh dirinya fokus sekolah biar jadi guru agama.

"Sedih waktu itu. Tapi beta yakinkan mama kalau main sepakbola bisa bantu berangkat haji. Lalu mama bilang kalau mau beli sepatu bola harus bantu berjualan di Saparua dan sekitarnya. Di sana berjalan kaki telanjang berjarak jauh. Suatu ketika sampai di kampung Iha, beta kaki lecet. Mama gendong beta. Itu pertama kali beta manangis. Beta janji untuk mama. Beta akan jadi pemain nasional.," kisah Imran sambil terharu saat ngobrol dengan satumaluku.id via whatsapp, Sabtu (23/01/2020).

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!