Sekilas Info

LAWAN COVID-19

10 Positif di Hari Kedua Rapid Test Antigen, Diikuti 860 Pegawai Pemrov Maluku 

satumalukuID/Husen Toisuta Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku/Sekda Maluku Kasrul Selang.

satumalukuID- Hari kedua pelaksanaan Rapid Test Antigen untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi membludak pada Februari 2021 mendatang, terus dilakukan. Dari 860 orang yang dirapid, 10 dinyatakan positif.

Hari ini Jumat (22/1/2021), sebanyak 860 orang Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku, kembali mengikuti rapid test antigen yang dilakukan melalui hidung tersebut.

Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, menyebutkan, pelaksanaan rapid antigen hari ini tidak berlangsung di satu tempat saja. Ada beberapa tempat yang disediakan.

Selain parkiran Kantor Gubernur Maluku, pengambilan sampel lendir di hidung ini, juga disediakan pada halaman Dinas Ketahanan Pangan Maluku di Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku di Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Baca Juga:

Dari 860 orang Aparat Sipil Negara (ASN) yang dirapid antigen, Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Maluku ini menyebutkan ditemukan 10 orang positif.

"Hari ini total yang dirapid test berjumlah 860 ASN. 10 orang positif. Mereka yang positif sudah langsung ditindaklanjuti ke pemeriksaan Swab PCR," katanya.

Ia merincikan, 860 orang yang dirapid tersebut tersebar di Kantor Gubernur Maluku sebanyak 435 ASN. Di sini, terdapat 4 orang positif. Kemudian di Dinas Ketahanan Pangan berjumlah 121 orang dengan 4 diantaranya positif.

"Kalau di Dinas Kesehatan itu ada 304 orang yang dirapid, dan 2 orang dinyatakan positif," tandasnya.

Terpisah, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Maluku, dr. Adonia Rerung, mengatakan, sebanyak 860 orang yang dirapid antigen hari ini semuanya merupakan ASN Provinsi Maluku.

"Hanya ASN lingkup Pemprov saja yang dirapid hari ini," terangnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!