Sekilas Info

IN MEMORIAM

Bing Leiwakabessy, Maestro Musik Hawaian Indonesia Tak Akan Tergantikan

(ANTARA FOTO/Embong Salampessy) Maestro Musik Hawaiian Indonesia Maestro Steel Guitar dan Legenda Musik Hawaiian Indonesia Bing Leiwakabessy memainkan sejumlah lagu ciptaannya pada acara bincang musik bertajuk "Bakudapa, Stori-stori dan Demo Musik", di Workshop Coffee Ambon, Maluku, beberapa waktu lalu.. Pada acara diskusi yang dihadiri puluhan musisi muda Maluku tersebut, Bing yang telah menginjak usia 93 tahun, memperkenalkan seni bermain musik Hawaiian, serta memberikan tips memainkannya secara baik.

satumalukuID - Johannis Leiwakabessy yang biasanya disapa Bing merupakan maestro musik hawaiian tidak tergantikan karena karya dan dedikasi bagi musik Indonesia dikenal hingga di kancah internasional.

"Hari ini musik Indonesia kembali kehilangan maestro musik hawaiian karena kepiawaiannya dalam bermain musik hawaian dan juga pola tertentu yang tidak dimiliki oleh musisi lainnya, kata direktur Ambon Music Office (AMO) Ronny Loppies, di Ambon,  Kamis (21/1/2021).

Karir bermusik Om Bing katanya, berpengaruh pada genre musik yang sangat kuat dan otodidak dalam belajar musik hawaian.

Pengaruh bermusik yang kuat secara tidak langsung berkaitan dengan DNA musik orang Ambon.

Musik hawaiian yang dimainkannya, juga berpegaruh pada DNA bermusik yakni keturunan sang maestro, yang juga memiliki kemampuan bermusik yang sangat baik.

"Keturunan om Bing bisa bermain musik dengan baik seperti Georgie Leaiwakabessy, Harry dan Cliff Leiwakabessy, semua mewarisi kemampuan bermusik dari ayah mereka, "katanya.

Baca Juga:

Dikatakannya, ada peran lebih dari lagu-lagu yang diciptakan Bing Leiwakabessy yang banyak berbicara tentang landscape Maluku khususnya kota Ambon, dari segi keindahan alam, yang menggambarkan posisi geografis kota Ambon.

Beberapa lagu-lagunya juga bercerita tentang hasil alam Maluku yakni pohon sagu, didalamnya ada kecerdasan dalam membuat narasi atau lirik.

Sebagi musisi, lewat narasinya dan sudah dipikirkan upaya menjaga konservasi sagu agar tetap terjaga, serta kedudukan geografis kota Ambon digambarkan dibeberapa lagu ciptaanya sangat baik.

"Kekayaan lirik dan imajinasinya sangat kuat terutama dalam menggambarkan alam dan lingkungan di Maluku, " tandasnya.

Bing Leiwakabessy meninggal dunia di kota Ambon pada usia 97 tahun.

Baca Juga

error: Content is protected !!