Sekilas Info

Sudah Hari Kelima Tim SAR Masih Mencari Penumpang KM Dobonsolo yang Terjatuh di Perairan Seram Barat

satumalukuID -  Tim SAR Pos Namlea masih terus melakukan pencarian terhadap Mahmud Seknun, penumpang KM Dobonsolo yang hilang, setelah terjatuh di perairan Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Lima hari sudah, pemuda 25 tahun itu belum ditemukan. Ia terjatuh Jumat (15/1/2021), saat kapal milik PT Pelni (Persero) ini bertolak dari Sorong, Papua Barat, hendak menuju Kota Ambon, Maluku.

Kepada wartawan, di Ambon, Rabu (20/1/2021), Kepala Badan SAR Nasional Ambon (Basarnas), Djunaidi mengaku, pihaknya terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan kapal tersebut.

"Jadi tim rescue Pos SAR Namlea terus berupaya mencari korban. Mereka berposko di Dusun Haya, SBB. Pencarian dalam Ops Hari kelima dimulai pukul 7 pagi tadi," ungkap Djunaidi.

Pencarian terhadap korban yang hingga kini belum diketahui pasti penyebabnya terjatuh ini, dilanjutkan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) 06.

Sejumlah lokasi pencarian yang akan disasar dalam operasi hari kelima ini di antaranya berada pada titik koordinat 3°10’17’’S - 127°44’57’’E,  2°54’5’’S - 127°45’ 57’’E dan 2°54’5’’S - 128°0’43’’E.

"Kami berharap di H5 Ops SAR ini korban bisa ditemukan dan bisa segera kami evakuasi,’’ harap Djunaidi.

Menurutnya, kondisi cuaca pagi di operasi SAR hari kelima ini berawan. Selain itu, angin barat laut – timur laut 2 - 15 knot. Sedangkan tinggi gelombang antara 1 - 2,5 meter.

"Unsur SAR yang terlibat, dari tim Rescue Pos SAR Namlea sebanyak 6 orang," tandasnya.

Foto: Tim Rescue Pos SAR Namlea melakukan pencarian hari kelima terhadap Mahmud Seknun, penumpang KM Dobonsolo, Rabu (20/1/2021). (satumalukuID/Istimewa)

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!