Sekilas Info

Kejati Mulai Usut Korupsi KMP Marsela di Maluku Barat Daya

satumalukuID/Freepik.com Ilustrasi dugaan korupsi

satumalukuID- Kasus dugaan korupsi anggaran operasional KMP Marsela oleh PT. Kalwedo, mulai diusut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benjamin Thomas Noach, diisukan diduga terlibat. Sebab, saat kasus itu terjadi, dirinya menjabat sebagai Direktur PT. Kalwedo.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette, mengungkapkan, tim penyidik sudah berkoordinasi dengan auditor untuk perhitungan kerugian negara.

“Saat ini penyidik sedang berkoordinasi dengan auditor dalam kaitan dengan audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara," kata Samy di Ambon, Rabu (20/1/2021).

Sejumlah pihak telah diperiksa untuk mengungkap kasus yang diduga telah merugikan negara sebesar miliaran rupiah tersebut.

Lantas, apakah Bupati MBD akan diperiksa dalam kasus ini dan kapan, Samy enggan berkomentar.

“Pastinya ikuti saja. Karena saat ini penyidik sementara berkordinasi untuk audit," terangnya.

Untuk diketahui sebelumnya, para pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Maluku Barat Daya (APP MBD) mendesak Kejati Maluku untuk mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Desakan disampaikan baik melalui aksi demonstrasi maupun audiens secara langsung. Sejumlah bukti tambahan untuk menguatkan kasus dugaan korupsi itu juga sudah diserahkan kepada tim penyidik.

Di antaranya Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang  diserahkan pemerintah MBD kepada PT Kalwedo. Dananya mencapai Rp.10 miliar. Dari total dana penyertaan modal tersebut, PT. Kalwedo diketahui hanya menerima Rp.1,5 miliar. Sisanya diduga diterima oleh sejumlah orang yang bekerja pada perusahaan tersebut.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!