Sekilas Info

Buka Tahun Kerja 2021, Jurusan Kehutanan Faperta Unpatti Berkomitmen Jaga Hutan

satumalukuID/Embong Salampessy Dari kiri ke kanan, Kepala Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Erwan Sudaryanto, Koordinator Program Studi S2 Manajemen Hutan Pascasarjana Faperta Unpatti Gun Mardiatmoko, Ketua Jurusan Kehutanan Faperta Unpatti Marthina Tjoa, dan Ketua Panitia Ronny Loppies, saat Launching Buka Tahun Kerja 2021 Jurusan Kehutanan Faperta Unpatti, di Ambon, Sabtu (16/1/2021).

Tembang In This Life ciptaan Collin Raye mengalun merdu, menghiasi D’Lekker Food Court di kawasan Tanah Tinggi, Kota Ambon. Suasana caffe ini nampak semarak di penghujung pekan kemarin.

Lagu yang bercerita tentang saling mencintai dalam hidup tersebut, dibawakan dengan apik oleh  Ir. Ronny Loppies Msc.Forest Trop, salah satu dosen Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon,

Sabtu (16/1/2020) kemarin, Jurusan Kehutanan Faperta Unpatti melaunching Buka Tahun Kerja, dan Ronny yang juga adalah Direktur Ambon Music Office serta Focal Point Ambon UNESCO City of Music didapuk menjadi Ketua Panitia Syukuran Natal dan Buka Tahun Kerja Jurusan Kehutanan Faperta Unpatti tahun 2021.

Di tangan Ronny, Jurusan Kehutanan di bawah kepemimpinan duo srikandi Ketua Dr. Marthina Tjoa, S.Hut.,M.P dan Sekretaris Ludia Siahaya,S.Hut, M.Sc, sengaja tampil beda. Menggunakan pendekatan kreatif untuk memulai kerja dan memperkenalkan jurusan isunya saat ini menjadi perhatian global tersebut.

“Dunia pendidikan secara internasional berada di bawah badan dunia UNESCO. Maka salah satu tugas Focal Point adalah menghubungkan sektor lain dengan lingkungan yang dibangun dengan tindakan kreatif. Sehingga kota menjadi kota kreatif yang berkelanjutan dengan menerapkan SDGs (goal ke 4 SDGs) yg terkoneksi ke goals-goals lainnya,” papar Ronny, mencoba menjelaskan posisi dirinya.

Jadi, kata dia, pihaknya mencoba membangun jejaring dunia pendidikan, khususnya Jurusan Kehutanan Faperta Unpatti dengan Kota Ambon sebagai kota kreatif dunia.

Di menyebutkan, sebanyak 75% penduduk dunia di tahun 2050 bakal tinggal di kawasan kota.

“Hutan akan akan punah secara perlahan. Oleh karena itu tugas jurusan kehutanan adalah membawa hutan ke dalam kota. Forest to the city. Maka terbangunlah green city dengan pola green building, vertical plant dan Ruang Terbuka Hijau ( RTH). Contoh Singapore,” tutur Ronny.

Untuk maksud tersebut menurut Ronny, pihaknya mencoba membangun jejaring Hexa-Helix yakni Unpatti - AMO - UPTD Kehutanan - Pelaku Ekonomi Kreatif - Musisi - Media.

Hidup untuk Hutan dan Masyarakat

Senada dengan Ronny, Ketua Jurusan Kehutanan Faperta Unpatti, Marthina Tjoa, pihaknya akan membangun kerjasama dengan berbagai stakeholder, termasuk Pemerintah Daerah.

“Ini yang sangat kami butuhkan. Termasuk informasi-informasi maupun kebijakan, sehingga dari ketiga tri dharma perguruan tinggi, kami bisa berkontribusi memberikan masukan kebijakan-kebijakan baik di daerah maupun secara nasional,” ujarnya.

Menurut Marthina, Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, sudah mereka buatkan rencana strategisnya sampai dengan 2025.

"Kami juga akan membangun kerjasama ini yang sedang kami tetapkan dalam rencana 2021. Kami akan melakukan lebih banyak lagi terkait dengan masalah hutan. Lebih spesifik bergerak membangun daerah ini lebih hijau. Ini juga sejalan dengan tema kami, hidup untuk hutan dan masyarakat,” ungkapnya.

Dia katakan, penyesuain dengan pendidikan sesuai kebijakan dari nasional, penelitian yang dilakukan Jurudan Kehutanan akan terus melakukan pengembangannya, untuk menangani persoalan-persoalan hutan dan kehutanan masyarakat.

Ini tambah dia, yang terutama terkait akses masyarakat untuk manfaatkan hasil hutan. “Itu kami terus membuat kajian-kajian, sehingga diharapkan dari penelitian yang kami lakukan akan ditemukan satu model bagi hutan pulau-pulau kecil di Maluku,” terangnya.

Sedangkan kegiatan pengabdian masyarakat, lanjut dia, lebih banyak memberi penguatan ke masyarakat untuk pemahaman hutan dan kelestariannya.

Sehingga masyarakat, disebutnya, benar-benar merasa juga bertanggungjawab untuk menjaga dan melestarikan hutan. Itu kata dia menjadi rencana pengabdian masyarakat.

Selain itu, disebut Marthina, pihaknya juga akan memberikan pelatihan-pelatihan, yang dapat meningkatkan pendapatan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi-inovasi.

Misalnya, kata Marthina, dengan pemanfaatan hasil hutan kayu, kemudian pemasaran hasil-hasil hutan dapat dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Jurusan Kehutanan Faperta Unpatti Ambon berkomitmen menjaga hutan di Maluku agar tetap hijau. Apalagi saat ini hutan mendapat perhatian yang cukup besar akibat bencana bencana yang muncul seperti kerusakan hingga perubahan iklim.

“Kolaborasi Hexa Helix dalam spirit Tri Dharma untuk mencetak generasi industri 4.0 Jurusan Kehutanan Faperta Unpatti menuju Kampus Merdeka. Dengan menggagas ide-ide kreatif dalam brand ‘Bring, Green to the Nations’. Mewujudkan visi dan misi Jurusan Kehutanan menuju Kebijakan Kampus Merdeka,” pungkasnya.

Launching Buka Tahun Kerja 2021 Jurusan Kehutanan ini ditutup dengan dialog dengan media, yang dihadiri oleh kepala Balai UPT Kementerian Lingkungan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kepala Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Ir Erwan Sudaryanto, Ketua Jurusan Kehutanan Faperta Unpatti Dr. Marthina Tjoa, S.Hut.,M.P, Koordinator Program Studi S2 Manajemen Hutan Pascasarjana Faperta Unpatti Prof. Dr.Ir.Gun Mardiatmoko,MP.

Baca Juga

error: Content is protected !!