Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Faktor Usia Bikin Wali Kota Ambon Gagal Divaksin Covid-19

satumalukuID/Istimewa Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy (kanan) saat diperiksa Tim Vaksinator sebelum menerima vaksinasi Covid-19 pada awal pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. J Leimena, Ambon, Jumat (15/1/2021).

satumalukuID - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengaku kepada wartawan di Ambon, Jumat (15/1/2021), dirinya tidak memenuhi syarat untuk disuntik vaksin karena usianya sudah lebih dari 60 tahun.

Selain Wali Kota Ambon, ada juga Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, A. G Latuheru yang tidak bisa menerima vaksinasi Covid-19 di awal pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. J. Leimena, Jumat pagi tadi.

Pada kesempatan itu, tim vaksinator menolak kedua pejabat Kota Ambon ini ketika mereka melakukan registrasi dan screening penerima vaksin. Jika Wali Kota Richard tidak diijinkan menerima vaksinasi lantaran usianya lebih dari standar maksimal penerima vaksin, maka Sekot Ambon mesti beristirahat beberapa hari lantaran tekanan darahnya meningkat saat discreening.

"Kalau soal kondisi kesehatan sesuai persyaratan, saya semuanya normal. Hanya saja, dari sisi usia tidak memenuhi syarat, karena usia saya sudah lebih dari 60 tahun. Sementara syarat usia itu mulai dari 19 hingga 59 Tahun," terang Richard.

Meski begitu, dia menyayangkan tidak bisa mengikuti vaksinasi lantaran usianya tidak bersyarat. Padahal dirinya berkeinginan penuh untuk dapat disuntik vaksin agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat, sekaligus sebagai tindakan edukasi tentang pentingnya vaksinasi untuk pencegahan penularan virus corona.

"Sebagai seorang pemimpin harus bisa menjadi contoh kepada masyarakat. Dengan begitu kekhawatiran masyarakat akan Vaksin Covid-19 bisa berangsur hilang. Maka masyarakat juga bisa mengikuti penyuntikan vaksin tersebut," tuturnya.

Kalau misalnya persyaratan bisa di atas 60 tahun, kata Richard, tentu dirinya harus jadi contoh. "Presiden saja bisa, masa kita tidak. Resiko jadi pemimpin itu harus memberikan contoh kepada rakyat," tandasnya.

Pada tempat tempat yang sama, kepada wartawan, Sekot Ambon, A. G. Latuheru menuturkan saat registrasi itu dirinya sebenarnya memenuhi syarat. Hanya saja, dia dinyatakan tidak bisa disuntik vaksin Covid karena tekanan darah naik 160. Sedangkan sesuai syarat vaksin, tekanan darah harus dibawa 150/90.

Meski begitu, dia mengaku sangat siap untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19. "Saya sebetulnya siap untuk divaksin. Tapi setelah dicek, tekanan darah 160. Jadi diminta istirahat sebentar atau 7 hari kemudian baru balik lagi untuk divaksin," tandasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!