Sekilas Info

Setubuhi Anak Kandung Berulang Kali Warga Baguala Ambon Dibui

Foto: satumalukuID/Husen Toisuta) Tersangka persetubuhan anak kandung (kiri) dan Kapolresta Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang (kanan) di Lobi Markas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kota Ambon, Selasa (12/1/2021).

satumalukuID- Kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Ambon. Kali ini dilakukan oleh EM alias Erik (40) terhadap putrinya sendiri berinisial I (15).

Perbuatan bejat itu kerap berlangsung di dalam rumahnya, yang berada di salah satu desa di Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Erik sendiri sudah dibui.

“Kasus ini dilaporkan ibu korban pada 29 Desember 2020 lalu,” ungkap Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang, kepada wartawan di Ambon, Selasa (12/1/2021).

Pria bejat ini, kata Simatupang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia disangkakan dengan pasal berlapis. Yaitu Pasal 81 ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 76D dan Pasal 82 ayat (2) Jo ayat (1) Jo Pasal 76E UU RI No 17 tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo Pasal 64 KUHPidana.

“Tersangka sudah kami tahan dan ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara,” terangnya.

Kasus kekerasan seksual terhadap anak kandung sendiri ini berawal sejak Oktober 2016 lalu. Kala itu korban masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Pencabulan berlangsung hingga tahun 2017. Saat itu korban duduk di kelas 1 SMP.

Setelah dicabuli terus menerus, pria bejat tersebut baru menyetubuhi darah dagingnya sendiri itu pada Maret 2018. Aksi bejat tersangka dilakukan saat istrinya, atau ibu kandung korban sudah terlelap tidur malam hari.

“Jadi saat istrinya sudah tertidur, korban lalu menuju kamar korban untuk mencabuli dan memaksa persetubuhan,” terangnya.

Saat disetubuhi, korban hanya pasrah dan tak bisa berbuat apa-apa. Ayahnya kerap mengancam korban agar tidak memberitahukan perbuatan bejatnya tersebut kepada ibunya.

“Karena korban sudah tidak tahan lagi dengan perbuatan tersangka sehingga memberanikan diri untuk menceritakan kepada ibunya. Selanjutnya melaporkan ke pihak kepolisian,” tandasnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!