Sekilas Info

Pria di Ambon Perkosa Anak Kandung Hingga Berbadan Dua

satumalukuID- Perbuatan AT atau Soni, sungguh di luar nalar seorang ayah. Bagaimana tidak, anak kandung sendiri, dicabuli dan diperkosa hingga berbadan dua alias hamil.

Peristiwa itu terjadi di dalam rumahnya, kawasan Kelurahan Karang Panjang, Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, sejak Februari dan 13 Juli 2020 lalu.

Pria bejat 36 tahun itu, kini telah meringkuk di rumah tahanan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang, mengatakan, tindakan asusila yang dilakukan tersangka sejak korban G (15) masih duduk dibangku kelas 6 Sekolah Dasar.

“Perbuatan tersangka diawali dengan percabulan untuk pertama kalinya saat Ibu korban sedang pergi bekerja dan kakak korban sedang bermain di luar rumah,” kata Simatupang kepada wartawan di Ambon, Selasa (12/1/2021).

Tersangka diketahui mencabuli korban berulangkali di setiap istrinya berangkat ke kantor. Selanjutnya, di sekitar tahun 2016 silam, pria bejat ini berpisah dengan istrinya, ibu korban.

“Tersangka berpisah dengan istrinya lalu tersangka pergi ke luar kota dan pada bulan Desember 2019 tersangka kembali ke Ambon dan tinggal di rumahnya di Kopertis,” terangnya.

Balik Ambon, tersangka meminta istrinya agar mengizinkan korban dan kakaknya sesekali tinggal bersamanya. Setelah diizinkan, tersangka untuk pertama kalinya menyetubuhi darah dagingnya tersebut pada malam hari.

“Tersangka memaksa korban untuk mencabuli dan kemudian menyetubuhinya. Tersangka dalam kondisi mabuk,” jelasnya.

Kasus kekerasan seksual tersebut diketahui setelah korban berbadan dua. Ia melaporkan kepada ibunya. Tak terima, kasus ini kemudian bergulir di ranah hukum pada 12 November 2021.

“Tersangka dikenakan Pasal  81 ayat (1), (2), dan (3) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tandasnya.

Foto: Tersangka persetubuhan anak kandung (kiri) dan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang. (satumalukuID/Husen Toisuta)

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!