Sekilas Info

INSIDEN SRIWIJAYA AIR

Dialihkan dari NAM Air, Sebelum Take Off Ricko Mahulete Sempat Telepon Ibunya dan VC Anaknya

Usia manusia siapa yang tahu. Setiap kita pasti menginginkan umur panjang, sehat dan sukses. Namun Tuhan yang Maha Kuasa jualah yang menentukan.

Ungkapan itu menimpa Ricko Mahulete (32 tahun). Laki-laki kelahiran Ambon 8 Juni 1988 ini, adalah salah satu korban kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182 rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu 9 Januari 2021.

Ricko adalah anak dari Jemmy Mahulete dan Nona Rieuwpassa. Ia diangkat sebagai pegawai PT PLN sejak 1 Januari 2013 dan pada 2018 sampai sekarang menjabat Asisten Manager Perencanaan Sipil PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Barat di Pontianak.

Ricko merupakan alumni S1 Teknik Sipil Unhas Makassar dan lulus S2 di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia beristrikan Martha Sary dan seorang anak Gav Borneo Mahulete.

Ada kisah yang tak biasa dari ponakan mantan Pembantu Rektor (PR) I Unpatti, Prof Dr Fredy Rieuwpassa ini. Pasalnya, ia mengambil libur Natal dan Tahun Baru sekalian cuti cukup lama ke orang tuanya di Makassar.

"Ricko libur dan cuti cukup lama dengan orang tuanya di Makassar. Ia berada di sana sejak 16 Desember 2020 sampai 7 Januari 2021. Kemudian ke Jakarta hari Kamis (7/01) untuk urusan dinas di Kantor PT PLN Pusat," ungkap pamannya Ampi Rieuwpassa kepada satumaluku.id di Ambon, Minggu malam (10/01/2021).

Menurut Ampi, pada tanggal 9 Januari 2021 Ricko dari Jakarta mau balik ke tempat tugas di Pontianak setelah usai urusan dinasnya.

"Harusnya Ricko berangkat pagi jam 07.00 WIB ke Pontianak dengan pesawat NAM Air. Namun karena delay lama kemudian dialihkan ke penerbangan Sriwijaya SJ 182 bersama enam kru Sriwijaya yang akan bertugas di extra flight," tuturnya.

Menurut Ampi, dari cerita kakaknya yang adalah ibunya Ricko, tidak ada tanda-tanda ponakannya akan pergi untuk selamanya. Hanya saja saat sudah berada dalam pesawat sebelum take off, Ricko sempat menelepon ibunya dan video call (VC) dengan anaknya yang baru berusia 7 tahun.

"Mungkin satu tanda itu ketika di bandara Hasanudin mau balik ke Jakarta. Ricko yang sudah hendak masuk ke ruang tunggu, masih sempat balik dari arah belakang dan memeluk sepupunya erat kemudian berlalu ke ruang tunggu," kisahnya.

Ampi menambahkan, sampai saat ini anaknya yang baru berusia 7 tahun masih belum mengerti apa yang terjadi dengan papanya. "Anaknya pikir papa nya masih sibuk. Jadi belum bisa VC dengannya," tambahnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!