Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Warga Kerumuni Kantor Pelni Ambon, Ada yang Tak Pakai Masker

satumalukuID- Puluhan orang warga tampak berkerumun di depan pintu kantor Pelni Ambon, Jumat (8/1/2021). Mereka diduga tidak mengindahkan protokol kesehatan. Bahkan, ada yang tak pakai masker.

Petugas keamanan kantor setempat juga tidak tampak melarang warga untuk tidak berkerumun. Kendati begitu, terlihat papan himbauan protokol kesehatan sudah terpampang di dinding atau tembok-tembok kantor.

Kepala Pelni Ambon, Samto, melalui Kepala Operasi, Robby Munardi, yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan. Namun, kerumunan warga terjadi akibat masih tingginya animo masyarakat yang hendak menuju Jayapura dan sekitarnya.

Tingginya animo masyarakat terjadi setelah Pelni mulai membatasi penjualan tiket. Sebab, batas angkut kapal Dobonsolo sesuai protokol kesehatan hanya 600 orang dari biasanya sebanyak 1.200 penumpang.

"Sebenarnya ada protokol kesehatannya. Cuman animo masyarakat ini kan Kapal Dobonsolo ke arah Jayapura ini masih tinggi. Sedangkan sip kita sudah mulai batasi, sudah mulai penuh. Nah banyak masyarakat tidak percaya akan kehabisan sip tersebut. Jadi mungkin penitip, saudara, yang mungkin berkumpul di meja security ataupun di papan informasi Pelni untuk bertanya," kata Robby kepada wartawan.

Menyoal loket pelayanan tiket bagi calon penumpang, Munardi mengaku pihaknya melakukan pembatasan dari 25 sampai 30 orang.

"Tapi untuk di luar parkiran memang kita sudah buat garis-garis batas parkir, tali-tali pembatas bahwa ini garis antrian tapi memang ini ya namanya masyarakat yang penasaran atas informasi ketersediaan tiket jadi begitulah. Tapi kita sudah arahkan kembali kepada teman-teman petugas di kantor untuk menghimbau masyarakat agar sabar," katanya.

"Jadi sebenarnya orang yang beli tiket hanya sekitar 20 orang. Tapi yang banyak tadi di luar itu hanya mau tanya informasi soal ketersediaan tiket," tambahnya.

Foto: Kerumunan warga di depan kantor Pelni Ambon, Jumat (8/1/2021). satumalukuID/Husen Toisuta

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!