Sekilas Info

Koruptor Reboisasi di Bursel Tinggal Syarif Tuharea yang Masih Buron

satumalukuID- Janwar Risky Polanunu dan Muhammad Tuasamu, koruptor penyalahgunaan anggaran reboisasi dan pengkayaan tahun 2010, Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan (Bursel), telah berhasil dibekuk tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Maluku.

Janwar Risky Polanunu, mantan Pelaksana Teknis Kegiatan, ditangkap saat berada di kawasan perumahan BTN Kanawa Indah, Kebun Cengkih, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (20/10/2020).

Sedangkan Muhammad Tuasamu, mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Bursel, diringkus saat berada di Jalan Johar Baru IV, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2021). Sementara Thabat Thalib M alias Oyang selaku Kuasa Direktur CV. Agoeng, sudah diamankan sejak awal.

Dari tiga terpidana kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.2.136.162.516,64 tersebut, masih tersisa seorang lagi yang masih menjadi buronan. Yaitu Syarif Tuharea, bendahara pengeluaran pada Dinas Kehutanan Kabupaten Bursel.

"Di kasus ini tinggal satu yang masih DPO. Yaitu Syarif Tuharea," ungkap Aspidsu Kejati Maluku, Muhammad Rudi kepada wartawan di Ambon, Jumat (8/1/2021).

Rudi menghimbau kepada terpidana Syarif Tuharea agar menyerahkan diri. Sebab, tak ada tempat yang aman untuk bersembunyi dari aparat penegak hukum.

"Terhadap terpidana Syarif Tuharea untuk menyerahkan diri. Karena tidak ada tempat yang aman untuk DPO-DPO bersembunyi," pintanya.

Selain Syarif, Rudi mengaku masih ada sejumlah buronan lainnya di Maluku yang saat ini sedang dikejar tim Tabur Kejaksaan Agung, maupun Kejati Maluku.

"Yang penting ini pembukaan tahun 2021 kami berhasil mengamankan terpidana (Muhammad Tuasamu)," terangnya.

Foto: Muhammad Rudi, Aspidsus Kejati Maluku (Kiri) tampak mengeksekusi terpidana kasus reboisasi Bursel dari Kejati Maluku ke Lapas Klas IIA Ambon, Jumat (8/1/2021). satumalukuID/Husen Toisuta

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!