Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Vaksinasi Covid di Maluku Baru di 7 Kabupaten Kota; Ambon, SBT, Malra dan Aru Belum Siap

satumalukuID/Husen Toisuta Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung.

satumalukuID- Indonesia akan melakukan vaksinasi secara serempak pada 13 Januari 2021. Sementara khusus untuk Maluku, akan berlangsung tanggal 15 Januari 2021 untuk tujuh kabupaten/kota. Sementara Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tenggara (Malra) dan Kepulauan Aru, belum siap.

Demikian disampaikan dr. Dony Rerung, juru bicara khusus penanganan vaksinasi pada Satgas Covid-19 Provins Maluku kepada wartawan di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Selasa (5/1/2021).

"Kami baru dapat informasi baru tujuh kabupaten. Sisanya baru diproses untuk meng SK-kan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Empat yang belum siap itu, Ambon baru berproses kemudian SBT, Malra dan Aru," kata Rerung.

Rerung mengaku, berdasarkan hasil diskusi dengan pihak kabupaten/kota, memang ada beberapa kendala yang sudah disampaikan. Pihaknya selanjutnya akan menyelesaikan persoalan tersebut.

"Misalnya fasilitas Cold Chain atau tempat penyimpanan vaksin, karena persyaratan penyimpanan vaksin itu 2 sampai 8 derajat celsius, sebab itu jadi pertanyaan apakah teman-teman di puskesmas memiliki fasilitas kesehatan penyimpanan vaksin yang memadai dengan suhu sekian itu," jelasnya.

Kendala lainnya, lanjut Rerung, yaitu tidak semua Puskesmas atau pelayanan fasilitas kesehatan memberikan pelayanan vaksinasi. Akan tetapi yang sudah terdaftar dengan memiliki syarat-syarat sebagaimana di atur.

"Misalnya memiliki tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi, terlatih, yang kedua memiliki fasilitas Cold Chain dan alur rantai dingin yang memadai," terangnya.

Menurutnya, para tenaga kesehatan yang akan divaksinasi dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Dinas Kesehatan. Setiap nama yang ada di SK pertanda mereka siap untuk divaksin Covid-19.

"Kalau sudah di SK-kan dari dinas kesehatan itu menandakan bahwa mereka sudah siap. Pada prinsipnya semua kabupaten wajib," tegas Kepala Balai Kesehatan Paruh Provinsi Maluku ini.

Tahap pertama, kata Rerung, akan difokuskan pada tenaga kesehatan. Ini berlangsung dari Januari sampai April 2021. Selanjutnya tahap dua untuk TNI/Polri dan ASN.

"Sesi ke dua untuk TNI Polri dan ASN yang memberikan pelayanan publik. Tahap selanjutnya masyarakat itu mungkin April sampai (tahun) 2022, rencananya begitu, jadi ini proses bertahap," sebutnya.

Foto: dr. Dony Rerung, Kepala Balai Kesehatan Paruh Maluku memberikan keterangan kepada wartawan di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Selasa (5/1/2021). satumalukuID/Istimewa

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!