Sekilas Info

JeBi dan 28 Komunitas Termasuk dari Ambon Gelar Forum Virtual Ngobrol Anak Muda

satumalukuID - Puluhan pemuda dari berbagai daerah di tanah air, termasuk dari Ambon, Minggu (3/1/2021) mengikuti forum kegiatan “Titik Koma: Ruang Ngobrol Untuk Anak Muda”, yang akan digelar secara virtual (daring) lewat aplikasi zoom meeting selama 1,5 jam.

Pendiri Jelajah Bineka, Erika Widyaningsih menyebutkan acara ini diiniasi Komunitas Jelajah Bineka (JeBi) bersama 28 lembaga dan komunitas yang juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Kota Ambon.

"Kegiatannya diberi nama Titik Koma (;) karena memiliki makna sebagai simbol kekuatan dan simbol kontinuitas akan perdamaian dan toleransi di Indonesia," kata Erika.

Titik Koma (;), lanjut dia, memiliki filosofi sebagai pengingat akan kekuatan diri. Pada sebuah karya tulisan, tanda titik koma bisa digunakan penulis untuk mengakhiri sebuah kalimat. Namun justru sebaliknya tanda titik koma merupakan simbol perjuangan untuk tidak menyerah dalam menghadapi segala tantangan.

Dia katakan, Titik Koma merupakan kolaborasi dari Jelajah Bineka serta organisasi dan komunitas pemuda-pemudi yang punya kesamaan cita-cita, yakni terciptanya generasi muda yang memiliki semangat untuk membangun bangsa Indonesia yang tangguh.

"Keragaman yang ada di bangsa ini, bukan menjadi penghalang, namun justru sebaliknya, saling melengkapi kekurangan yang ada, saling mengisi kekosongan yang selama ini dibiarkan terbuka," ujarnya.

Lantaran itu, kata Erika, Titik Koma lantas menjadi ruang ngobrol dan penuh ide dari anak-anak muda yang ikut berkolaborasi menyelenggarakan acara ini.

Dia menuturkan, dalam kegiatan tadi ada aksi pentas seni berupa membaca puisi tentang refleksi Indonesia selama satu tahun kebelakang yang dilakukan melalui dialog terbuka mengenai isu sosial dan politik sekaligus doa bersama untuk tahun 2021 yang penuh rasa optimis dan damai.

Melalui diselenggarakannya acara ini, kata Erika, berarti kita memiliki sikap
peduli akan persoalan-persoalan yang terjadi di negeri ini. Peduli akan menciptakan ruang ngobrol yang syarat akan edukasi dan memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berpikir
kritis akan persoalan yang terjadi.

Keberhasilan penyelenggaraan acara ini, disebutnya, juga akan menjadi awal yang baik bagi semua untuk dapat merajut persatuan di antara organisasi-organisasi yang memiliki kepedulian terhadap isu kebinekaan, toleransi dan perdamaian yang pada akhirnya acara ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar
organisasi dan komunitas.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!