Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Komunitas Lebe Bae Kampanye Sadar Sampah dan Protokol Kesehatan

satumalukuID/Zairin Salampessy Anggota Komuntas Lebe Bae sedang melakukan kampanye kepada pengunjung Pantai Wisata Namalatu Ambon.

Sore itu cuaca di Pantai Namalatu nampak cerah. Pengunjung pada salah satu obyek wisata di Kota Ambon ini tidak terlalu ramai. Maklum saja ibukota Provinsi Maluku ini masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi. Penerapan protokol kesehatan Covid-19 masih diberlakukan dengan ketat.

Kota Ambon masih di zona oranye atau risiko sedang, dan masuk zonasi risiko daerah penyebaran Covid-19 dengan skor 1,95 poin sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan terus menerapka PSBB transisi, yang sudah memasuki tahap 11.

Meski begitu sejumlah obyek wisata di kota yang ditetapkan badan dunia UNESCO sebagai Ambon UNESCO City of Music ini, mulai menggeliat. Pantai Namalatu misalnya. Sejumlah pengunjung nampak terlihat asyik menikmati deburan ombak pantai, sembari menikmati es kelapa muda dan sukun goreng.

“Om dan tante, perkenalkan beta Ela Yesayas dari Komunitas Lebe Bae. Mau minta ke om deng tante, kalau ada sampah tolong nanti dibuang pada tempat sampah ya. Terima kasih,” suara gadis mungil berusia delapan (8) tahun itu menyapa satumalukuID, Sabtu (19/12/2020).

Murid pada SD Inpres 42 Ambon ini bersama rekan-rekannya yang lain, yang tergabung dalam Komunitas Lebe Bae (Lebih Baik), hari itu sedang melakukan Kampanye Sadar Sampah ke semua pengunjung di Pantai Namalatu.

Bukan hanya sadar sampah, namun komunitas yang berdiri pada 18 Agustus 2020 ini, juga mengingatkan para pengunjung untuk menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker jika keluar rumah, rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir atau hand sanitzer, serta selalu menjaga jarak dan menghindari keramaian.

“Dengan begitu, katong bisa dijauhkan dari virus Covid-19,” ujar Ketua Komunitas Lebe Bae, Kezia Tulalessy.

Kegiatan ini sengaja dilakukan, menurut Kezia, agar orang tetap menjaga kebersihan lingkungan termasuk pada obyek wisata, meski berada dalam kondisi pandemik Covid-19.

Dia mengaku ide awalnya membentuk Komunitas Lebe Bae, karena keresahannya dengan perilaku warga yang masih membuang sampah secara sembarangan.

Kezia kemudian mengajak rekan-rekannya yang tergabung dalam Amboina Ukulele Kids Community, untuk bersama-sama membentuk Komunitas Lebe Bae.

“Namanya Lebe Bae karena kami ingin berbuat lebih baik lagi,” ujar Kezia.

Komunitas ini menurut dia, sengaja menyasar anak-anak muda untuk ikut mencintai lingkungan.

Lalu karena komunitas ini terbentuk saat pandemi Covid-19, Kezia katakan, dia dan teman-temannya juga tidak lupa menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas mereka.

Kegiatan di Pantai Namalatu ini merupakan kegiatan perdana kampanye yang dilakukan Komunitas Lebe Bae, yang anggotanya paling muda berumur delapan (8) tahun dan yang paling tua berumur 16 tahun.

Hampir semua pengunjung Pantai Namalatu didatangi anak-anak Komunitas Lebe Bae, untuk disampaikan pesan cinta lingkungan dan mematuhi protokol kesehatan.

“Kami berharap di waktu-waktu berikutnya, bisa melakukan hal yang sama ke obyek wisata lainnya di Kota Ambon,” tutup Kezia.

Baca Juga

error: Content is protected !!