Sekilas Info

Pada Tahun 2020 Hampir Setiap Minggu Terjadi Persetubuhan Anak di Maluku

satumalukuID/Husen Toisuta Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri (tengah), saat memaparkan perkembangan kasus sepanjang tahun 2020 di Rupatama Polda Maluku, Kota Ambon, Kamis (31/12/2020).

satumalukuID- Kasus tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur kerap terjadi di Maluku, tahun 2020. Meski tahun ini menurun dibanding 2019, namun hampir setiap minggu, kasus asusila ini sering terjadi.

Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri, melalui Kepala Biro Operasi Polda Maluku Kombes Pol Wantry Julianto, mengaku, tahun ini kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebanyak 87 kasus.

Dari 87 kasus kekerasan seksual terhadap anak bawah umur ini, 35 diantaranya berhasil diselesaikan. Dibanding tahun 2019, kasus itu tercatat sebanyak 105 dan berhasil diselesaikan berjumlah 80 kasus.

"Jadi hampir setiap minggu kasus persetubuhan anak di bawah umur ini selalu muncul. Dibanding tahun 2019, tahun ini (2020) ada terjadi penurunan sekitar 17 persen," terangnya.

Polda Maluku, lanjut Wantry, terus berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, agar bersama-sama melakukan himbauan kepada masyarakat.

"Kami terus lakukan himbauan kepada masyarakat, karena kasus ini mewarnai hampir setiap minggu," ujarnya.

Selain kasus persetubuhan anak di bawah umur, berbagai kejahatan lainnya juga mengalami penurunan. Kecuali kasus penghinaan dan ancaman keamanan negara alias makar.

"Untuk penghinaan tahun ini 108 kasus dibanding tahun 2019 sebanyak 103. Sementara Makar tahun ini 7 kasus. 3 sudah tahap II dan 4 masih penyidikan. Sementara tahun 2019 lalu kasus makar hanya 1," jelasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!