Sekilas Info

BNNP Maluku Gagalkan Peredaran Sabu-sabu Seharga Rp.1,6 M

satumalukuID- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu sepanjang tahun 2020 sebesar  437,2284 gram. Bila terjual, narkotika golongan 1 itu harganya mencapai Rp.1,6 miliar.

"Untuk sabu-sabu seberat 437,2284 gram. Kalau total dirupiahkan jumlah narkotika tersebut adalah Rp.1,6 miliar," ungkap Kepala BNNP Maluku Brigadir Jenderal Polisi M.Z. Muttaqien dalam press release akhir tahun 2020 di Markas BNNP Maluku, Karang Panjang, Kota Ambon, Rabu (30/12/2020).

Selain sabu-sabu, narkotika jenis lainnya yang berhasil terungkap di tahun 2020 ini, yakni ganja seberat 141,93 gram, dan tembakau sintesis sebanyak 287,7784 gram.

"Selain barang bukti narkotika, kami BNN juga menyita barang bukti yang terkait seperti kendaraan roda empat (mobil) 2 unit dan roda dua (motor) 1 buah," katanya.

Sepanjang tahun 2020, Muttaqien, mengaku, pengungkapan kasus narkotika melampaui target yang ditentukan. Dari 5 target kasus yang diberikan, tim pemberantasan BNNP Maluku berhasil mengungkap 16 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 18 orang. 16 diantaranya laki-laki dan 2 perempuan.

"Dari 16 berkas perkara, 10 berkas sudah P21 (lengkap). Sementara sisanya masih dalam penyelidikan," terangnya.

Menurutnya, sejak tahun 2018, pengungkapan kasus narkotika di Maluku terus mengalami peningkatan hingga tahun ini.

"Tahun 2018 sabu-sabu yang disita 21,23 gram. Tahun 2019 sebesar 135,85 gram. Untuk ganja tahun 2018 sebesar 5,82 gram. Sedangkan tahun 2019 sebesar 1.777,43 gram," jelasnya.

Di tahun 2021 mendatang, Muttaqien mengaku pihaknya akan terus melakukan penindakan bagi bandar, pengedar dan kurir narkotika untuk mengungkap jaringan peredaran gelap narkoba tingkat nasional, dan regional.

"Melakukan rehabilitasi  bagi penyalahgunaan narkotika juga pencegahan dini bahaya narkoba melalui diseminasi baik konvensional maupun media luar ruang serta pemberdayaan masyarakat di Provinsi Maluku," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!