Sekilas Info

LAWAN COVID-19

43 Persen Pasien Covid-19 di Maluku Meninggal Karena Disertai Penyakit Paru

satumalukuID/Husen Toisuta Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang (kanan), saat memberikan keterangan pers di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Rabu (30/12/2020).

satumalukuID- Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Kasrul Selang, menyebutkan, kasus meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, umumnya disertai dengan Komorbid atau penyakit paru sebagai penyerta.

"Presentase kasus meninggal Covid-19 dengan Comorbid, penyakit paru 43 persen, kemudian DM Type Dua 35 persen," kata Selang, saat jumpa pers dengan wartawan terkait perkembangan terakhir penanganan Covid-19 di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Rabu (30/12/2020).

Selain dua penyakit di atas, dampak Komorbid yang memperparah kondisi sesorang setelah terpapar virus pandemi ini diantaranya juga gagal ginjal, gangguan nafas lain, hipertensi, stroke, TBC dan sebagainya.

"Gagal ginjal dan gangguan nafas lain masing-masing 16 persen, hipertensi 10 persen, stroke, TBC dan lain-lai masing-masing 8 persen, kanker/tumor 6 persen, hepatitis 4 persen, penyakit hati dan jantung masing-masing 2 persen," sebutnya.

Sekretaris Daerah Maluku ini menambahkan, untuk kasus meninggal dunia akibat terpapar virus mematikan tersebut, yang paling banyak berasal dari Kota Ambon. Menyusul Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Seram Bagian Barat (SBB).

"Sampai tanggal 29 Desember 2020, kasus meninggal karena Covid berasal dari Ambon 48 orang, Malteng 13, SBB 8, Buru 3, Maluku Tenggara 3, Tual 2, Kepulauan Tanimbar 1 dan Maluku Barat Daya 1," terangnya.

Kasrul lantas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan pandemi Covid-19, saling mendukung dan menjaga untuk NKRI.

"Senantiasa mentaati protokol kesehatan seperti menjaga jarak ketika bertemu, jangan bersentuhan, cuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan dan gunakan masker di kerumunan," imbaunya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!