Sekilas Info

LAWAN HOAX

HOAX: Isu Minyak Tanah Hilang Diganti Gas pada Awal Januari 2021 di Ambon

satumalukuID/Embong Salampessy Ilustrasi, salah satu sudut Kota Ambon.

satumalukuID - Isu beredarnya konversi atau perubahan pemakaian bahan bakar rumah tangga dari minyak tanah diganti dengan gas di Kota Ambon ramai diperbincangkan. Ini diperkuat dengan terjadinya kelangkaan minyak tanah. Namun pihak Pertamina memastikan kabar itu hoax alias tidak benar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumaluku.id, sejumlah warga di Ambon, mulai panik dengan kabar akan dihentikannya penyaluran minyak tanah sebagai bahan bakar utama rumah tangga.

Bahkan, isu yang entah berasal dari mana ini mulai terdengar saat menjelang perayaan Natal, 25 Desember 2020 lalu. Malah ada sebagaian rumah tangga mulai membeli minyak tanah dalam jumlah yang banyak. Sebab dikhawatirkan terjadi kelangkaan.

"Katong bali 4 gen (jerigen) ukuran lima liter. Biasanya bali hanya 1 gen saja. Tapi katanya nanti minyak tanah kosong (langka) pas mau masuk Natal nanti," kata seorang ibu di Kawasan Batu Merah, Kecamatan Sirimau kepada satumaluku.id, Selasa (29/12/2020).

Warga di kawasan Kapaha Ambon, juga mengaku mendapat informasi yang sama, bahwa minyak bakal hilang diganti bahan bakar gas.

"Minyak tanah mulai kosong. Katanya awal tahun 2021 nanti minyak tanah dong mau ganti deng gas," ungkap Nur, warga Kapaha.

Sementara seorang ibu di kawasan Desa Passo, Kecamatan Baguala mengaku warga di sana belakangan juga memang kesulitan mendapatkan minyak tanah.

Menanggapi kabar konversi minyak tanah ke gas, Unit Manager Comm Relations & CSR Regional Papua Maluku pada PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara, Edi Mangun menepisnya.

Menurutnya, jika terjadi konversi minyak tanah ke gas, maka prosesnya dari pemerintah, bukan dari Pertamina.

"Tidak ada (konversi minyak tanah ke gas tahun 2021). Kalau pun ada konversi itu dari pemerintah, bukan dari Pertamina. Jadi isu itu hoax," tepisnya.

Menyoal kelangkaan minyak tanah yang terjadi di beberapa kawasan, Edi belum bisa memastikan penyebabnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!