Sekilas Info

IN MEMORIAM

Sammy P Titaley STh: Pendeta Penggagas Paskah dan Natal Bahari Itu Telah Pergi Selamanya

Almarhum Pendeta Sammy Titaley

satumalukuID - Umat Kristiani khususnya warga kristen protestan di Ambon, Maluku dan Maluku Utara serta Indonesia umumnya, kehilangan sosok pendeta yang humanis, familiar dan populer.

Figur itu adalah Pdt Sammy P. Titaley STh. Yang merupakan mantan Sekretaris Umum (Sekum) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) periode 1990-1995 dan juga Ketua Sinode GPM periode 1995-2000.

Karena dua jabatan tersebut, tokoh agama yang akrab dipanggil Pa Samy itu dikenal luas dan populer di berbagai kalangan, termasuk di jajaran umat beragama lainnya dan pemerintahan.

Pasalnya, selain berprofesi pendeta, beliau juga beristrikan seorang birokrat terkenal yaitu Ir Senda Titaley, yang karier terakhirnya adalah sebagai Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Maluku.

Kabar duka meninggalnya Pa Samy di RSUD Dr Haulusy akibat sakit yang dideritanya dan terkonfirmasi positif Covid 19, sangat mengagetkan warga Ambon dan sekitarnya. Umat mengenalnya sangat baik, khotbahnya enak didengar dan terutama ide-ide nya cerdas dan unik.

Ada beberapa ide dan programnya yang dikenang umat kristiani, baik saat menjabat Ketua Sinode GPM maupun ketika masih menjadi pendeta jemaat yaitu di Jemaat Amahusu dan Bethel. Terutama soal program manajemen pengembangan ekonomi jemaat maupun inovasi perayaan hari besar umat kristiani.

Salah satu ide nya yang unik dan populer adalah merayakan hari kebangkitan dan kelahiran Tuhan Yesus di atas laut. Atau yang dikenal dengan istilah Paskah dan Natal Bahari. Ya, Pa Samy lah salah satu penggagas perayaan tersebut seperti dilakukannya di Jemaat Bethel, Amahusu dan Hukurila serta lainnya.

Tentang Paskah dan Natal Bahari ini, Pa Samy pernah mengatakan, bahwa alam tak boleh dipandang hanya sebagai objek eksploitasi tanpa perlu merawatnya. Karena itu, selain perayaan kebangkitan dan kelahiran, jemaat perlu diingatkan tentang pentingnya lingkungan. Pasalnya keimanan kita terwujud dari cara kita berinteraksi dengan alam sekitar.

“Karena itu beta bikin perayaannya di atas laut. Cahaya-cahaya ini juga gambaran gelap yang kalah dari terang. Terang mengalahkan maut dan kegelapan,” ujarnya, bebetapa tahun lalu.

Nah, salah satu cara untuk memuliakan Tuhan yakni dengan cara hidup kita menjaga lingkungan. Unsur spiritual itu yang Pa Samy kawinkan dengan alam sekitar kehidupan jemaat.

Pendeta Sammy Titaley saat tugas pelayanan

Kini pendeta humanis dan familiar itu telah berpulang ke sang penciptanya. Ia meninggalkan istri dan satu anak beserta cucu.

Ketua Sinode GPM, Pdt A.J. Werinusa STh saat pelepasan dan penghormatan spontanitas untuk jenasah almarhum yang berada di dalam mobil ambulans yang berhenti sejenak di jalan Pattimura depan Gereja Pusat Maranatha, mengaku kedekatan Pa Samy dengan umat dan menyebut jasanya besar pada pengembangan ekonomi umat.

"Almarhum dekat dengan umat. Jasa dan karya nya besar bagi GPM. Namun karena harus taat pada protokol kesehatan Covid 19. Maka ini lah penghormatan spontanitas jemaat dan Sinode GPM pada beliau. Kita harus akui, Pa Samy telah meletakan dasar pengembangan ekonomi jemaat. Kami adik adiknya melanjutkan karyanya itu," ungkap Werinusa, seraya mohon maaf kepada Satgas Covid 19 Ambon dan Pemprov Maluku karena kecintaan umat melepaskan kepergian almarhum.

Lantaran itu, saat iring-iringan jenasah dengan protokol Covid dari RSUD Haulussy kawasan Kudamati, pimpinan gereja dan jemaat yang dilalui memberi penghormatan di depan jalan gereja masing-masing seperti di jemaat Sinar, Rehoboth, Silo, Bethania, Kalam Kudus, Maranatha dan Bethel. Selanjutnya dimakamkan pada TPU khusus Covid 19 di Hunuth.

Selamat jalan Pa Samy. Pengabdianmu dan karyamu tetap dikenang selalu.

Beristirahatlah yang tenang dalam kedamaian abadi. Tuhan menyambutmu.

Baca Juga

error: Content is protected !!