Sekilas Info

Polres Tual Ungkap Peredaran Sopi Ilegal Seberat 3,57 Ton

satumalukuID/Istimewa Polres Tual dibantu warga Ohoi Debut mengungkap peredaran Sopi ilegal, Minggu (27/12/2020).

satumalukuID- Aparat Kepolisian Resort (Polres) Tual, berhasil mengungkap peredaran minuman keras (miras) ilegal jenis Sopi melalui jalur laut, Minggu (27/12/2020). Sebanyak 3,57 ton miras tradisional Maluku ini diamankan.

Kapolres Tual AKBP Alfaris Pattiwael, menjelaskan, sebanyak 3.570 liter miras berkadar alkohol tinggi itu terungkap, berawal sejak pukul 02.00 WIT. Satu unit Kapal Motor Kayu tak dikenal bergerak dari Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengangkut Sopi.

Kapal itu bergerak masuk perairan Kota Tual. Kapal misterius ini berhenti dan menurunkan Sopi di semak belukar pesisir pantai Desa Ohoi Debut, Kecamatan Manyeu, Kabupaten Maluku Tenggara.

Kala itu, Kapolsek Kei Kecil Barat Ipda F. Tethool dan personel Satresnarkoba Polres Tual, dibantu masyarakat Ohoi Debut menemukan sebanyak 22 buah jerigen berukuran 35 liter berisi Sopi.

“Ada sebanyak 22 jerigen ukuran 35 liter, atau sebanyak 770 liter Sopi. Ketika itu juga Kapolsek Kei Kecil Barat mengejar Kapal Motor pengangkut Sopi itu akan tetapi tidak berhasil ditemukan karena keadaan cuaca yang tidak memungkinkan,” kata Pattiwael kepada satumaluku.id, Minggu (27/12/2020) malam.

Berdasarkan keterangan warga Ohoi Debut, kata Pattiwael, terlihat sebuah mobil dum truck berwarna biru sudah berhasil mengangkut sebagian Sopi yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar tersebut.

“Akan tetapi warga tidak sempat mengenali TNKB mobil dimaksud,” terangnya.

Atas informasi itu, Pattiwael kemudian memerintahkan Kasat Resnarkoba Polres Tual Iptu A. Kenne melakukan penyelidikan keberadaan mobil yang telah berhasil mengangkut sebagian miras mematikan tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres Tual kemudian berkoordinasi dengan Kasat Lantas Polres Tual dan Kanit Patroli Satlantas Polres Tual untuk mengidentifikasi kendaraan yang diduga kuat sudah mengangkut miras khas Maluku ini.

“Pada pukul 14.45 WIT personil Satresnarkoba memperoleh informasi dari Kanit Patroli Satlantas Polres Tual Ipda A. Sopacua bahwa ada informasi dari warga Un terkait pengangkutan minuman keras yang diturunkan dari mobil dum truck warna biru di sekitar Un Pantai,” jelasnya.

Mendapat kabar itu, personil yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba didampingi Kanit I Satresnarkoba Bripka Ilham Usman mendatangi salah satu rumah tak berpenghuni.

Hasil pemeriksaan luar rumah tersebut tampak sejumlah jerigen terlihat batu angin kamar mandi. Jerigen itu diduga berisi Sopi yang sebagaiannya sudah berhasil diamankan polisi.

Pattiwael menjelaskan, rumah permanen itu berdasarkan keterangan warga setempat sudah lama tidak berpenghuni. Sehingga berdasarkan Undang-undang In Casu KUHAP, dilakukan penggeledahan yang wajib disaksikan oleh Ketua Lingkungan.

Setelah dihadirkan Ketua Lingkungan Desa Taar, Tokoh Masyarakat Desa Taar Charles Yan Tarantein dan Karel Karmomyanan untuk menyaksikan penggeledahan rumah berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Nomor : SP.Dah/09/XII/RES.4./2020m tanggal 27 Desember 2020.

Setelah digeledah, kecurigaan polisi benar adanya. Ditemukan sebanyak 80 jerigen berukuran 35 liter atau berisi Sopi sebanyak 2.800 liter. Usai penggeledahan, rumah itu kembali digembok. Kunci gemboknya kepada Ketua Lingkungan dan Tokoh Pemuda Desa Taar.

“Penyitaan Sopi sebanyak 80 jerigen ditambah penyitaan sebelumnya sebanyak 22 jerigen, maka jumlah keseluruhan Sopi yang disita hari ini sebanyak 3.570 liter atau 3,57 ton,” kata orang nomor 1 Polres Tual dan Maluku Tenggara ini.

Menurutnya, berdasarkan nilai ekonomis dari penyitaan miras yang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya tindakan kriminal di Maluku, kalau dijual seharga Rp. 428.400.000.

Pattiwael menyebutkan, proses penyelidikan dan penyidikan terhadap pemilik Sopi akan diungkap pada kesempatan pertama dan terhadap pelaku atau terlapor pengangkutan, mengedarkan, memperdagangkan, menimbun, menyimpan dan menjual minuman berakohol tanpa izin dipersangkakan dengan pasal pasal 25 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Peraturan Daerah Kota Tual Nomor 06 Tahun 2019 tentang Minuman Keras dengan ancaman kurungan 3 bulan dan atau denda paling tinggi sebesar Rp 50.000.000.

“Rencananya kami akan koordinasi dengan Kapolres Kepulauan Tanimbar untuk upayakan Kerjasama penegakan hukum, mulai penyelidikan, dan penyidikan hingga tuntas (dimungkinkan dengan Lex Specialist UU Pangan),” tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!