Sekilas Info

LAWAN COVID-19

BRI Ambon Salurkan Dana BPUM Kepada 30.000 Warga Terdampak Covid-19

satumalukuID- Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon, telah menyalurkan dana Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) sebesar 64 persen atau sebanyak 18.000 dari 30.000 orang pelaku usaha mikro kecil yang terdampak Covid-19 di wilayah kerjanya; Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Banda dan Buru. Masing-masing penerima mendapat Rp.2,4 juta.

Pimpinan Cabang BRI Ambon, Abdul Muin,  menjelaskan, sebesar 60 persen perekonomian di Indonesia di sokong oleh UMKM. Namun, di tengah mewabahnya pandemi Covid-19, menyebabkan perekonomian semakin susah. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM, kemudian memberikan bantuan kepada pelaku usaha UMKM.

"Pemerintah memberikan semacam stimulus lah ke UMKM, nih dikasih hibah masing-masing UMKM Rp.2,4 juta. Mekanismenya dari Kementerian Koperasi dan UMKM melalui dinas-dinas di daerah, usulin ke Pemerintah Provinsi, lalu ke Kementerian. Nah sampai sekarang kalau Ambon sendiri itu 30.000 penerima yang sudah pasti dapat sebenarnya. Yang sudah kita salurin sudah 64 persen atau 18.000," kata Abdul Muin kepada wartawan di Ambon, Sabtu (26/12/2020).

Menurutnya, pelaku usaha UMKM berhak menerima dengan syarat memilik Nomor Induk Keluarga (NIK) yang valid, tidak memiliki pinjaman di bank lain, serta belum pernah menikmati Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Kalau PNS, TNI, Polri itu tidak boleh. Karena kan tidak ver ya. Orang yang paling terdampak kan penghasilannya tidak pasti. Sementara ASN kan penghasilannya relatif lebih pasti setiap bulannya," ujarnya.

Selain BPUM, Abdul Muin, mengaku tahun 2020 ini BRI Ambon juga menyalurkan Kredit Perumahan Rakyat Subsidi (KPRS). Untuk rumah tipe 36, angsuran bulannya hanya Rp.900 ribu.

"Tahun ini kita sudah menyalurkan kurang lebih 50 (unit rumah). Nah tahun depan saya rencananya bakal banyak, karena sudah banyak developer yang sudah banyak merapat ke kita," sebutnya.

Rencananya, lanjut Muin, tahun 2021 mendatang pihaknya menyalurkan KPRS bisa tembus 500 unit. "Tahun depan itu ada 60 ribu rumah subusidi yang disebar di seluruh provinsi. Sayangnya di Ambon ini urusan tanah yang paling penting. Jadi kalau developer datang dengan legalitas yang oke, kita bisa bantu, ya kita bantu," terangnya.

Dia menjelaskan, tahun depan program BPUM, dan KUR super mikro masih tetap berjalan, ditambah Kredit Modal Kerja (KMK) Tangguh.

"KMK Tangguh ini jenis kredit yang levelnya di atas KUR. Kalau KUR kan sampai 500 juta, nah kalau KMK itu di atas KUR. Bedanya kalau KUR bunganya di subsidi, sementara KMK tangguh tidak di subsidi. Jadi suku bunga KMK tangguh itu sembilan setengah, suku bunga KUR itu enam," jelasnya.

Menyambut Natal dan Tahun, tambah dia, BRI menyediakan uang Kas sebesar Rp.111 miliar. Uang disiapkan untuk Anjungan Tunai Mandri (ATM) dan berbagai macam operasional.

"Memang uang ini milik orang yang dipercayakan ke kita sebagai bentuk kesiapan kita misalnya kalau ada yang mau narik, kita siap melalui semua chanel, ATM, layanan e-banking kita siap, edisi kita juga siapa, sama yang sekarang lagi IN itu harusnya agen brilink," sebutnya.

Terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Muin mengaku di Maluku total restrukturisasi atau yang diperbaiki sebesar Rp.570-an miliar. Ambon sendiri Rp.290 miliar, karena portofolianya yang paling besar.

"PEN yang kedua, bentuknya stimulus, bentuknya adalah subsidi, subsidi bunga. Memang tidak semua nasabah menikmati subsidi," sebutnya.

Dia menyebutkan, total nasabah BRI Ambon yang sudah mendapatkan subsidi sebanyak 7.000-an. Ia mengaku total dananya memang tidak banyak, karena nasabah BRI kecil-kecil.

"Nasabah BRI itu pelakonnya kecil-kecil, mulai dari 10 juta sampai 50 juta, kalau KUR. Jadi total subsidi bunga yang sudah kita salurkan itu Rp.2,3 miliar. Kalau seluruh Maluku Rp.5,8 miliar, karena memang pinjamannya Rp.10 juta, bunganya mungkin 10.000, mungkin 12.000 sebulan, itu disubsidi sama negara," tandasnya.

Foto: Pimpinan Cabang BRI Ambon, Abdul Muin. (satumalukuID/Husen Toisuta)

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!