Sekilas Info

Peduli Lingkungan, Wali Kota Ambon untuk Pertama Kali Dapat Nirwasita Tantra

satumalukuID/Husen Toisuta Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy (kanan) tampak menerima tropi Nirwasita Tantra dari Susi Oktalima, Kasubdit Basis Data Kementerian LHK RI di Balai Kota Ambon, Rabu (23/12/2020).

satumalukuID- Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, kembali mendapat penghargaan sebagai kepala daerah terbaik. Kali ini dibidang lingkungan hidup tahun 2019. Dia menerima Tropi Nirwasita Tantra atau Green Leadership.

Penghargaan Nirwasita Tantra diterima dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI. Trofi dan Piagam itu diserahkan oleh Susi Oktalima, Kasubdit Basis Data Kementerian LHK, di Balai Kota Ambon, Rabu (23/12/2020).

"Senin kemarin (21/12/2020) kami sudah mengumumkan pemenang Nirwasita Tantra atau Green Leadership tahun 2019 di Manggala Wanabakti," kata Susi Oktalima di Balai Kota Ambon.

Penghargaan ini, kata Susi, rencananya akan diserahkan secara langsung di Jakarta. Tapi, dengan kondisi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh daerah di Indonesia, sehingga yang diundang hanya Gubernur.

"Karena keadaan yang tidak memungkinkan sehingga semua daerah, kepala daerah, pimpinan DPRD tidak dapat kami undang ke Jakarta, dan hanya diwakili Kepala Daerah tingkat provinsi yang diundang ke Jakarta," terangnya.

Susi menjelaskan, sesuai dokumen yang masuk tahun 2019 untuk dilakukan penilaian sebanyak 233. 27 di antaranya provinsi, 58 dari kota dan 158 kabupaten.

"Penghargaan ini telah kami berikan sejak tahun 2016. Sedang bagi DPRD sendiri kami baru menyerahkan itu tahun 2018," katanya.

Susi mengaku, sejak tahun 2016 sampai dengan 2017, Kota Ambon berusaha untuk mendapatkan penghargaan ini.

"Dan dibuktikan dengan kepemimpinan bapak Wali Kota dan akhirnya pada tahun 2019 bisa mendapatkan piala penghargaan Nirwasita Tantra atau Green Leadership ini. Dan didukung oleh Ibu Ketua DPRD juga memperoleh pengharagaan," sebutnya.

Susi berharap, penghargaan ini bukan hanya untuk tahun ini atau menjadi pertama dan terakhir bagi Kota Ambon.

"Kami berharap ke depannya Kota Ambon selalu menjadi lebih baik," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, mengaku penghargaan yang diterima sebagai green leadership kali ini sangat istimewa. Sebab, tak hanya Wali Kota, tapi juga Ketua DPRD Kota Ambon mendapat hal yang sama dari pemerintah.

"Tidak lazim. Jadi Pemerintah Kota dan DPRD, dua-duanya mendapat penghargaan dalam kualifikasi kota sedang. Adipura tiap kali kita dapat, Adiwiyaksa kita dapat, tapi Nirwasita Tantra ini baru pertama kali," katanya.

Menurut Richard, penghargaan ini diterima karena salah satu pertimbangannya adalah beberapa kebijakan yang telah ditetapkan Pemerintah Kota. Di antaranya penyajian dokumen informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup Kota Ambon DIKPLHD tahun 2019.

"Dokumen ini kita susun dengan melibatkan seluruh pegiat lingkungan maupun para akademisi," ujarnya.

Richard menjelaskan, Ambon merupakan kota tua yang banyak menyisahkan masalah. Ia mengibaratkan Ambon sebagai "gula". Sehingga terjadinya migrasi luar biasa dari daerah-daerah.

"Selama ini gula itu hanya ada di Ambon, sehingga otomatis seluruh daerah berlomba datang ke kota ini. Itu yang menjadi masalah tata ruang di kota ini," jelasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!