Sekilas Info

KASUS KORUPSI

Belum Ada Tersangka di Kasus Korupsi Lahan PLTMG Namlea

satumalukuID/Freepik.com Ilustrasi dugaan korupsi

satumalukuID- Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku hingga kini belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Namlea, Kabupaten Buru.

"Belum (ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan PLTMG)," kata Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada satumaluku.id, via selulernya, Selasa (22/12/2020).

Lantas, apa alasannya hingga penetapan tersangka kasus pengadaan lahan proyek milik PT. PLN Unit Induk Pembangunan Maluku ini belum dilakukan. Padahal, hasil audit kerugian negara dari BPKP yang telah dikantongi penyidik sudah diumumkan.

"Ikuti saja setiap perkembangan akan kami sampaikan," ungkap juru bicara Kejati Maluku ini.

Sebelumnya diberitakan, hasil audit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan proyek pembangunan PLTMG 10 MV di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kabupaten Buru, sudah diterima Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Nilai kerugiannya sebesar Rp.6.081.722.920.

Nilai kerugian negara dalam kasus pengadaan lahan PLTMG tahun anggaran 2016 silam ini, berbeda dengan perhitungan sebelumnya saat ditetapkannya tersangka Fery Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa, yaitu sebesar Rp.6,3 miliar.

"Sesuai laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan Negara atas perkara dugaan Tipikor dalam pengadaan tanah untuk lokasi pembangunan PLTMG, Nomor:SR-313/PW.25/5/2020, tanggal 30 November 2020, sebesar Rp.6.081.722.920," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette, kepada satumaluku.id, Selasa (15/12/2020).

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!