Sekilas Info

LAWAN COVID-19

Polda Maluku Ancam Bubarkan Kerumunan Warga dan Konvoi di Jalanan

satumalukuID/Istimewa Ilustrasi lawan Covid-19

satumalukuID - Karo Operasi Polda Maluku, Kombes Pol A. Wantri Yulianto meminta personel yang bertugas dalam Operasi Lilin Siwalima 2020 membubarkan kerumunan warga dan konvoi kendaraan di jalanan guna menghindari munculnya kluster baru penyebaran COVID-19.

"Upaya kita untuk menyekat Kota Ambon agar tidak ada konvoi masyarakat, ugal-ugalan di jalan raya, dan masyarakat yang berkumpul antara lima sampai 10 orang langsung dibubarkan dengan tindakan-tindakan sesuai protap kepolisian," kata Yulianto di Ambon, Sabtu.

Penegasan Karo Ops disampaikan saat membuka kegiatan latihan Pra Operasi Lilin Siwalima 2020 yang berlangsung di Aula Prima Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Yulianto menekankan adanya keseriusan personel dalam melaksanakan operasi pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

"Dalam melaksanakan Operasi kita harus lakukan dengan serius dan semua tidak akan maksimal kalau kita tidak serius," tegasnya.

Saat menjalankan tugas, dia meminta personel untuk tidak bermain handphone, sebab hal itu akan mengganggu konsentrasi dalam menjalankan pengamanan, bahkan bisa berakibat fatal.

"Kepada peserta bahwa dalam melaksanakan tugas pengamanan nanti agar hindari bermain handphone, karena fatal akibatnya bila konsentrasi kita terbagi dalam pengamanan. Contohnya di daerah-daerah lain sudah kita ketahui bersama," ucapnya.

Yulianto juga meminta personel untuk senantiasa melakukan body sistem dalam menerapkan pola pengamanan.

"Agar dihimbau kepada gereja-gereja agar tidak membangun tenda-tenda di halaman depan sehingga tidak ada kerumunan," harapnya.

Untuk diketahui, pembukaan Latihan Pra Operasi Siwalima 2020 ini dihadiri oleh perwakilan Direktur Lalu Lintas, perwakilan Direktur Samapta, perwakilan Direktur Intelkam, dan para Kabag Biro Ops Polda Maluku.

Turut hadir para perwakilan dari satuan kerja Opsnal, Kabag Ops Polresta Ambon dan peserta latihan.

Baca Juga

error: Content is protected !!