Sekilas Info

SOSOK

Said Latuconsina, Anak “Victoria” yang Tak Diharap Jadi Tentara, Kini Jabat Wadan Lantamal Ambon

Jalan hidup siapa yang tahu. Semuanya diatur oleh sang maha kuasa. Seperti terjadi pada figur ini. Tak pernah ada impian untuk jadi tentara, apalagi menjadi seorang perwira marinir di matra laut. Namun kini malah menduduki posisi orang nomor dua di Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon.

Itulah sosok Kolonel (Mar) Said Latuconsina SE MM MT. Jabatan resminya adalah Wakil Komandan Lantamal IX Ambon. Sedangkan Komandan Lantamal nya yakni Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono.

Kolonel Said lahir di Ambon pada 13 Agustus 1970. Ayahnya adalah seorang anggota TNI AD yang bertugas di Yonif Riders 733 dan kemudian pensiun di Kodim Pulau Ambon. Karena itu, ia tumbuh besar di lingkungan markas Yonf 733 yang dulu berlokasi di kompleks Benteng Victoria.

"Dulu masih kecil dan remaja. Kami sering disebut anak-anak Victoria. Tempat main kami kalau tidak di pantai Belakang Kota, yah di Lapangan Merdeka. Itu tempat strategis yang jadi kawasan main anak-anak Victoria," kisah Said tersenyum, ingat masa kecilnya kepada satumaluku.id, Jumat (18/12/2020).

Tumbuh dan besar di kompleks militer TNI AD. Tetapi Said tidak pernah disiapkan ayahnya untuk jadi tentara. Dirinya pun tidak terpikir untuk ikuti profesi ayahnya sebagai prajurit. Justru kakak kandungnya yang diminta untuk nantinya masuk tentara.

"Ceritanya panjang. Intinya, papa lebih harap kakak beta untuk jadi tentara. Karena postur tubuh dan fisiknya ideal untuk prajurit. Namun kakak kesannya tidak mau. Papa marah dan paksa pun, kakak tetap tidak mau," ungkap putra dari pasangan Jahja Latuconsina (alm) dan Djanah Tualepe ini.

Lantaran itu, ketika duduk di kelas 3 SMA Negeri Pelauw Kariuw (sekarang SMA Negeri 1 Pulau Haruku) tahun 1989, Said pun lantas sampaikan untuk ayahnya bahwa kalau kakak tidak mau, biar dirinya saja yang masuk tentara. Hal itu ia lakukan agar ayahnya tidak kecewa harapan untuk ada anaknya yang bisa jadi prajurit TNI.

"Papa awalnya kaget dan kurang respon. Sebab beta postur badan sedang saja dan tak pernah niat jadi tentara. Akhirnya papa ijinkan dan bilang terserah beta. Karena itu, saat lulus beta ke Ambon daftar ikut tes AKABRI," kisah alumni SD Alhilal Ambon dan SMP Negeri 1 Ambon/SMP Negeri 1 Pelauw Kariuw ini.

Dari puluhan calon siswa yang ikut tes AKABRI tahun 1989, diantaranya 15 orang termasuk dirinya dinyatakan lulus tes daerah. Selanjutnya mereka lanjut ikut tes tahap dua nasional di Magelang. Hasilnya? Ternyata Tuhan berkenan pada Said untuk jadi prajurit bahkan status perwira TNI sudah menantinya.

"Dari 15 perwakilan Maluku yang tes di Magelang, lima orang dinyatakan lulus ikut pendidikan. Yang mengejutkan, beta di matra laut sebagai taruna TNI AL. Empat lainnya lulus di matra darat dan kepolisian. Ini semua karena didikan disiplin dan doa dari orang tua tercinta. Tanpa mereka beta tidak bisa begini," beber Said, mengenang disiplin ala militer ayahnya.

Said akhirnya ikut pendidikan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 38 (1989-1992) di Surabaya. "Tidak pernah beta bayangkan jadi prajurit TNI AD seperti papa, eh malah jalan hidup berubah dan malah jadi calon perwira TNI AL. Itu semua berkat yang maha kuasa berikan untuk beta," ujar suami dari Widyarini yang memiliki satu putra Brian Latuconsina.

Pada tahun 1992 Said pun mulai berkarier sebagai perwira muda TNI AL. Ia ditempatkan pertama kali sebagai Danton kemudian Danki Menbanpur Marinir Karangpilang Surabaya (1993-1997), Kasipal Menbanpur Marinir (1997-1998), Wadan Denintel Pangkalan Marinir Surabaya (1998-2001) dan Pabandya Sintel Pasmar 1 Surabaya (2001-2004).

Karier Said terus menanjak. Ia lantas dipercayakan sebagai Komandan Denintel Pasmar-1 Surabaya (2004-2007), Pasintel Brigif-3 Marinir di Lampung (2007-2008), Dansebaif Pusdikif Kodikmar Surabaya (2008-2009). Tak lama berselang, Said dipromosi jabat Kadispen Korps Marinir di Jakarta (2009-2010) .

Hanya satu tahun menjabat Kadispen Korps Marinir, Said lantas dipercayakan dalam seabrek jabatan strategis diantaranya kembali ke satuan tempur yang punya prestise tersendiri yaitu sebagai Komandan Bataliyon Marinir Menbanpur Jakarta (2010-2011) , lalu dimutasi ke Pabandya Sintel Mabes TNI Jakarta (2011-2014).

Said lalu dipromosi sebagai Asintel Lantamal X Jayapura (2014-2015). Setahun berlalu ia ditugaskan jadi Dosen Seskoal Jakarta (2015). Posisinya tak lama kembaku jabat Asintel Lantamal XIV Sorong (2015-2016) lalu dipindahkan untuk posisi yang sama yaitu Asintel Lantamal IX Ambon (2016-2018).

Dua tahun kemudian, Said ditarik untuk posisi Staf Ahli Koarmada I di Jakarta (2018), selanjutnya Widyaiswara Pusdiklat Belanegara di Bogor (2018-2019), Waaspotwil Kogabwilhan I Jakarta (2019-2020) serta akhirnya dipromosi menjabat Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon (2020-sekarang).

Selain itu, Said juga telah mengikuti pendidikan militer secara bertahap. Diantaranya Dikpasis AAL (1992-1993), Dikpafung 1/Intelijen Maritim (1998), Diklapa 2 Kopur Kodiklatal (2001, Dikreg Seskoal (2007), dan terakhir Dikreg Sesko TNI di Bandung (2019).

Selama kariernya Said sudah menerima beberapa penghargaan dan tanda jasa kesetiaan. Diantaranya, Bintang Jalasena Nararya dan Bintang Yudha Dharma Nararya. Ia pun pernah ikut dalam satuan penugasan atau operasi yaitu Satgas Amboina (2001), Satgas Koops TNI Aceh (2002), Satgas Muara-3 Aceh (2005) dan Kogasgabpad Bencana NTB (2018).

Prestasi lainnya di bidang olahraga yang masih ada kaitannya dengan militer yaitu sebagai Danton "spead mars" Marinir dalam rangka POR TNI/Garnisun Surabaya, berhasil menjadi juara 1 selama lima tahun berturut-turut (1993, 1994, 1995, 1996, dan 1997).

"Apa yang beta capai saat ini. Itu semua dari sikap disiplin yang orang tua tanamkan. Meski disiplin keras waktu dulu, ternyata manfaatnya baik untuk kita ke depan. Kemudian motivasi dan mau terus belajar dari diri kita sendiri. Beta bangga jadi anak prajurit yang kini jadi perwira dan mengabdi di tanah asal," tutup Said, mengakhiri bincang-bincang.

Salut dan bangga untukmu Teruslah berkarier mengejar impian. Ikutlah jejak para senior anak Maluku di jajaran TNI AL semisal Letjen TNI ((Mar) Nono Sampono, Laksda TNI Pur Franky Kaihatu, Laksda TNI Pur Ishak Latuconsina, Brigjen TNI Pur (Mar) Sahulata, Laksma TNI Pur Sipasulta dan lainnya.

Semoga sukses menyertai selalu. Tuhan memberkatimu. (novi pinontoan)

Baca Juga

error: Content is protected !!